Bayi Pandhu yang Cacat Akan Jalani Rekonstruksi Wajah

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 09 Des 2019 18:48 WIB
Bayi Pandhu digendong neneknya. (Amir Baihaqi/detikcom)
Bayi Pandhu digendong neneknya. (Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Muhammad Pandhu Firmansyah, bayi yang mengalami cacat di wajah akibat facial cleft tessier hydrocephalus myelomeningocele akan menjalani rekonstruksi wajah. Rekonstruksi bayi berusia 6 bulan itu akan dilakukan secara bertahap.

Salah seorang dokter bedah plastik dr Lobredia Zarasade mengatakan rekonstruksi wajah akan dilakukan secara bertahap sampai Pandhu berusia 17-19 tahun.

"Sampai biasanya usia 17-19 tahun, sampai tulang wajah berhenti berkembang. Akan kami evaluasi lagi. Jadi rekonstruksi wajah itu sampai nantinya pertumbuhan tulang wajah itu berhenti," kata dr Lobredia kepada detikcom, Senin (9/12/2019).


"Kalau saat ini kan masih bayi, sehingga tulang wajah masih berkembang dan masih bisa dibentuk agar tidak semakin terbuka melebar," tambahnya.

Pada langkah awal, pihaknya akan merekatkan dengan taping atau memplester dan merekatkan bagian-bagian wajah selama 1 atau 2 bulan. Setelah direkatkan dan menyempit, baru operasi rekonstruksi wajah bisa dilakukan.

"Kita taping atau diplester wajahnya sehingga menyempit. Waktunya sekitar 1-2 bulan. Baru bisa dioperasi," terang Labredia.
Selanjutnya
Halaman
1 2