Ini Langkah Pemprov Jatim Tangani Bayi Cacat yang Diduga Ditinggal Ayahnya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 09 Des 2019 08:55 WIB
Pandhu saat digendong ibunya, Dina Oktavia (Amir Baihaqi/detikcom)

Sedangkan terkait fasilitas Rusunawa Gunungsari, lanjut Khofifah, bayi Pandhu beserta sang ibu ditempatkan di lantai dasar I-A 12 sejak 3 Desember lalu. Kamar yang memang dikhususkan bagi lansia dan difabel tersebut telah dilengkapi dengan sejumlah perabotan rumah. Lantai dasar ini sengaja dipilih untuk memudahkan jika sewaktu-waktu bayi Pandhu membutuhkan layanan tertentu.

"Biaya sewa rusunnya juga kami gratiskan hingga Ibu Dina kami nilai dapat mandiri untuk membiayai hidupnya sendiri beserta bayi Pandhu," papar Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar bayi Pandhu yang cacat selalu diberi kemudahan pengobatan dan segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Sedangkan Ibu Dina dan keluarga diberi kekuatan, kesabaran, dan kebahagiaan dalam menghadapi cobaan tersebut.


Khofifah juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama yang sangat baik seluruh jajaran Pemprov Jatim yang telah bergerak cepat menangani Ibu Dina dan bayi Pandhu, antara lain tim dokter RSU dr Soetomo, tim evakuasi pengelola Rusunawa Pemprov Jatim, serta para relawan.

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan peduli pada Ibu Dina dan Ananda Pandhu. Ini merupakan wujud sinergi dan solidaritas yang sangat baik dan harus terus kita lakukan di segala hal," pungkasnya.

Sebelumnya, soal bayi Pandhu sempat menjadi perbincangan lantaran sang ibu, Dina, mengungkapkan keduanya telah ditinggal M Abdul Azis. Dina menyebut suaminya itu pergi lantaran Pandhu terlahir cacat.
Halaman

(sun/bdh)