Kurangi Ketergantungan Gadget, Festival Seni dan Budaya Digelar di Jember

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 09 Des 2019 07:17 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Jember - Puluhan pelajar dari kawasan beberapa kabupaten di Jalur Pantai Utara (Pantura) menggelar kegiatan seni dan budaya di SDK Maria Fatima III Jember.

Mereka menampilkan berbagai seni budaya yang ada di Indonesia. Event ini diapresiasi Bupati Jember dr Faida dan bisa terpilih masuk dalam 10 kegiatan terbaik di Jember.

Para peserta yang dilibatkan tidak hanya dari Jember, namun dari berbagai daerah. Mulai dari Lumajang, Bondowoso, Probolinggo hingga Banyuwangi. Mereka menampilkan seni budaya dari daerah masing-masing.

"Kegiatan seni dan budaya anak Indonesia ini dari, oleh dan untuk pelajar," kata ketua panitia acara, Patricia Amori Deo, Senin (9/12/2019).

Kegiatan ini, jelas dia, untuk mengurangi kecanduan anak-anak terhadap gawai atau gadget.

"Kami juga ingin menjaga perdamaian di Indonesia melalui budaya," tambah perempuan yang akrab disapa Amori tersebut.


Menurut dia, ada banyak jenis tari yang ditampilkan oleh pelajar SD hingga SMA. Salah satunya, SDK Indra siswa menampilkan, Cerita Rakyat Batu Menangis, SMPK Mater Die menampilkan tari kaca, SDK Maria Fatima menampilkan musik angklung dan berbagai penampilan seni tradisional lainnya.

Tak heran, banyak pelajar yang tertarik melihat event ini. Sebab, mereka tak hanya bisa menonton, namun juga ikut bermain. Pihaknya juga menyediakan berbagai permainan tradisional secara gratis. Seperti egrang, gasing, bakiak, holahop dan lainnya. Di ujung acara, ada drama kolosal Surabaya Membara yang mampu menggugah semangat nasionalisme para pelajar.

Aksi ini juga menggandeng berbagai komunitas untuk ikut menampilkan kreativitasnya. Seperti Komunitas Belajar dan Bermain Tanoker, Rumah Belajar dan bermain Untukmu Si Kecil (USK). Melalui festival tersebut, para pelajar SD tidak hanya merawat budaya. Namun juga menciptakan kerukunan di tengah keberagaman. Sebab berbaur satu sama lain di tengah perbedaan.

Dia mengharapkan kegiatan ini membuat para pelajar bangga dengan budayanya sendiri. Mereka bisa melestarikan kekayaan budaya nusantara. "Apalagi sekarang banyak anak-anak yang kecanduan gawai, ini upaya untuk mengurangi kencaduan itu,"imbuhnya.

Kepala SDK Maria Fatima 3 J Adiyanto menambahkan festival PMN ini murni digelar para pelajar. Tanpa mengandalkan sponsor, bahkan dana dari sekolah. Namun, dana yang digunakan dari donator atas inisiatif para pelajar. "Kami mengumpulkan mereka agar turut melestarikan budaya nusantara," imbuhnya.

Sementara Bupati Jember dr Faida berharap kegiatan Pesona Mutiara Nusantara ini bisa terpilih menjadi 10 kegiatan terbaik di Kabupaten Jember. Nantinya akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang dibiayai pemerintah. "Kita dorong anak-anak, karena merekalah masa depan kita," pungkasnya. (bdh/fat)