Seorang Bandar di Jombang Diringkus, Narkoba Senilai Rp 100 Juta Diamankan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 21:43 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Polisi meringkus seorang bandar narkoba di Jombang. Dari tangan residivis ini, petugas menyita sabu dan puluhan ribu obat-obatan terlarang. Nilai barang haram itu mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengatakan bandar narkoba tersebut bernama M Iksan alias Eben (33). Pria asal Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng, Jombang ini diringkus di rumahnya pada Rabu (4/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak hanya meringkus tersangka, dalam penggerebekan itu anggota Satresnarkoba Polres Jombang juga menyita barang bukti narkoba. Yaitu 42,23 gram sabu, 23.000 pil dobel L dan 490 butir obat keras jenis Riklona Clonazepam.

"Tersangka merupakan bandar narkoba yang baru bebas sekitar dua bulan lalu dari Lapas Madiun atas kasus sabu," kata Boby kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (6/12/2019).


Dalam penggerebekan itu, lanjut Boby, pihaknya juga meringkus 2 tersangka lainnya. Yaitu Yogi Adam Pratama (22), warga Desa/Kecamatan Wonosalam, Jombang dan Junaedi alias Corot (25), asal Desa Carangwulung, Wonosalam.

"Kedua tersangka kami tangkap saat membeli sabu seberat 1,38 gram dari Eben," ujarnya.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid menjelaskan, nilai narkoba yang disita dari Iksan lebih dari Rp 100 juta. Barang haram itu diambil tersangka dengan sistem ranjau di Jalan Raya Bypass Krian, Kabupaten Sidoarjo.

"Sekali ambil rata-rata 500 gram sabu. Karena sistem ranjau, jaringan di atasnya terputus," terangnya.


Selama 4 tahun menjalani hukuman di lapas, kata Mukid, Iksan rupanya masih mengendalikan peredaran sabu. Dia mempunyai seorang anak buah berinisial SN, warga Kediri. Namun saat bebas dari penjara sekitar 2 bulan lalu, Iksan tidak lagi bekerja dengan SN.

"SN ini ambil barang dari Bandung dan Surabaya. Sekali ambil sekilo sabu untuk diedarkan di Mojokerto, Surabaya, Pasuruan, Madiun dan Kediri. Saat ini SN masih kami buru," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Iksan, Yogi dan Junaedi dijerat dengan Pasal 114 subsider Pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Iksan juga dikenakan Pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman hukumannya kalau Undang-undang Narkotika 20 tahun penjara, kalau Undang-undang Kesehatan 12 tahun penjara," tandas Mukid. (iwd/iwd)