Ini Langkah Khofifah Kurangi Impor Susu di Jawa Timur

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 09:04 WIB
Khofifah saat di Greenfields (Foto: Muhammad Aminudin)
Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah berupaya menekan impor susu di Jawa Timur. Langkah yang dilakukan adalah mewujudkan swasembada susu.

"Di Jatim kami pun juga masih impor cukup besar yakni 217 ribu ton, sementara skala nasional masih 80 persen. Kami tadi sudah hitung-hitungan, kalau kita ingin swasembada butuh 30 ribu ekor sapi dengan produksi 20 liter per hari," kata Khofifah disela mengunjungi produksi susu sapi perah di PT Greenfields Indonesia Desa Maguwan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (5/12/2019), sore.

Dikatakan Khofifah, Pemprov Jatim telah melakukan misi dagang ke Kalimantan Timur. Alasannya, ke depan wilayah Kaltim menjadi fokus pembangunan sebagai ibukota Indonesia.

Apalagi, lanjut Khofifah, kalau proses pembangunan bertahap di Kaltim sudah berjalan. Maka kebutuhan logistik termasuk makanan dan minuman cukup signifikan.


"Kemarin kami melakukan misi dagang ke Kaltim, semua tahu di sana akan menjadi ibukota, tentunya kebutuhan besarnya antara lain adalah makanan olahan dan minuman. Hari ini kita ke sini (Greenfield) untuk menghitung kebutuhan. Sentral Kaltim adalah Balikpapan, dan yang semuanya disuplai dari Jatim," ujar Gubernur wanita pertama di Jawa Timur ini.

Langkah menekan impor susu untuk memenuhi kebutuhan di Jatim, kata Khofifah, juga mengikuti arahan Presiden Joko Widodo.

"Karena arahan Bapak Presiden kurangi impor dorong ekspor. Nanti maksimalkan kebutuhan susu terutama Jatim, dan kalau bisa meluas Indonesia," tegasnya.

Khofifah menambahkan, bahwa misi dagang ke Kaltim yang terakhir di tahun 2019. Jika ditotal misi dagang sepanjang tahun ini sudah kelima kalinya.


"Kemarin adalah misi dagang terakhir di tahun 2019, dan sudah 5 kali misi dagang, dan kita sudah mencapai Rp 2,86 triliun," imbuh Khofifah.

Kehadiran Khofifah di PT Greenfield Indonesia yang berada di lereng Gunung Kawi tepatnya di Desa Maguwan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, juga didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, dan Forkopimda Kabupaten Malang.




Simak juga video Detik-detik Wali Kota Kediri Usir Utusan KONI Jatim:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)