Round-up

Kisah Wanita yang Lahirkan Bayi Cacat, Hal Sepele Retakkan Rumah Tangga

Suki Nurhalim - detikNews
Jumat, 06 Des 2019 08:00 WIB
Azis dan Dina/Foto: Istimewa
Surabaya - Muhammad Abdul Azis (23), suami yang dituduh meninggalkan istrinya, Dina Oktavia, karena melahirkan bayi cacat, akhirnya buka suara. Lalu apa tanggapan Azis atas tuduhan yang dilontarkan istrinya hingga viral itu?

Azis menyampaikan semua tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan keluarga merupakan kebohongan belaka. Sebab, menurutnya, sampai saat ini ia masih bertanggung jawab atas istri dan anaknya.

"Jadi berita yang beredar yang menyatakan saya meninggalkan istri saya dan menceraikan istri saya dengan anak kondisi cacat, itu semuanya bohong. Faktanya, sampai saat ini saya masih bertanggung jawab atas anak-istri saya," kata Azis saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12).


Azis mengakui saat ini tidak tinggal serumah dengan Dina dan anaknya yang baru berusia 5 bulan bernama Muhammad Pandhu Firmansyah. Penyebabnya, rumah kontrakan orang tua Dina di Jojoran tidak cukup untuk ditempati bersama.

Menanggapi pengakuan itu, Azis membenarkan bahwa istrinya sempat tinggal selama 2 bulan di rumahnya usai menikah pada 2018. Ia mengaku heran atas pernyataan istrinya bahwa ia pergi karena diusir. Padahal, menurutnya, istrinya pergi sendiri dari rumah tanpa pamit.

"Itu (pengusiran) juga nggak benar. Justru Dina sendiri yang kabur dari rumah," imbuh Azis.

Azis bercerita, waktu itu Dina sempat izin pergi ke rumah budenya. Tapi, saat malam hari ketika ia pulang kerja, Azis tidak mendapati Dina di rumah. Dan setelah dicari, ternyata Dina berada di rumah orang tuanya di Jojoran, Surabaya.

Kemudian Azis akhirnya mengetahui alasan kenapa Dina pergi dari rumah orang tuanya. Menurutnya Dina sempat tersinggung karena ditegur oleh adiknya terkait persoalan sepele. Dina tidak memakai handuk saat keluar dari kamar mandi.


"Memang ada satu problem itu sama adik saya. Itu juga salah saya. Karena ini kan masalah aib juga. Masalahnya cuma pas (Dina) dari kamar mandi lupa nggak bawa handuk. Itu saja," terangnya.

"Terus ditegur sama adik saya. Kok nggak pakai handuk sih. Kan kamar sama kamar mandi sebelahan. Adik saya bilangin, ingat, ini rumah masih ada sopan santunnya. Dan istri saya istilahnya memang nggak kenek'an (gampang tersinggung). Dibilang gitu dimasukkan di hati. Jadi nggak ada masalah serius. Kalau diusir, sekali lagi, nggak ada," sambungnya.

Setelah itu Dina dan Azis tinggal di tempat terpisah. Dina di kontrakan bersama ibunya, sedangkan Azis tetap bersama orang tuanya.

Menurut Azis, sejak hamil hingga melahirkan anaknya yang cacat, Pandhu, Dina kerap meminta cerai. Geram mendengarkan permintaan cerai dari Dina, Azis kemudian merobek-robek buku nikahnya.


Meski begitu pada akhirnya kesabaran Azis habis dan merasa sudah tidak dihargai sebagai suami. Ia kemudian mempersilakan Dina menggugat cerai dirinya.

"Kemudian saya capek, itu sekitar 2 minggu yang lalu saya bilang, 'Kamu mau cerai? Ya sudah, kalau saya sudah nggak kamu anggap suami mu, oke'. Intinya saya nggak suka kalau saya nggak dianggap sebagai suaminya. Saya saja dari dulu nggak berani ngomong itu meski itu hanya omongan main-main," lanjutnya.

Kisah Dina dan Azis menjadi perbincangan sejak beberapa hari terakhir. Sebelumnya, Dina menyebut Azis meninggalkan dirinya karena tidak menerima Pandhu yang terlahir cacat. Kini Azis membantah tuduhan Dina. (sun/bdh)