Waspada Pencurian Modus Baru, Pelaku Nyaru Bidan Cari Pembantu

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 19:05 WIB
Kedua pelaku (Foto: dok. Istimewa)
Pasuruan - Polisi mengamankan sepasang pria-wanita pelaku pencurian dengan modus mencari pembantu rumah tangga. Untuk memuluskan aksinya, pelaku nyaru (berpura-pura) sebagai seorang bidan.

Pasangan tersebut adalah Eni Handayani (38), warga Kecamatan Beji, dan Ragil Arianto (22), warga Kecamatan Kraton. Keduanya dibekuk setelah polisi mendapatkan laporan korban Mustikaemi (50), warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sebani, Kecamatan Gadingrejo.

Modus pencurian dilakukan dengan mendatangi rumah korban. Eni, yang berperawakan subur, mengenalkan diri sebagai bidan dan meminta tolong kepada korban mencari seorang pembantu rumah tangga. Sedangkan Ragil berada di luar menunggu Eni.

Di dalam rumah, Eni mengajak berbincang-bincang berbagai hal dengan tujuan meyakinkan korban. Saat korban sudah merasa nyaman, Eni menukar uang pecahan besar dengan recehan. Korban pun menuju kamar dan membuka laci lemari mengambil uang recehan. Begitu melihat posisi laci, pelaku tiba-tiba membatalkan rencananya menukar uang.


Meski demikian, korban tak merasa curiga. Saat Eni meminta minuman, korban langsung mengambilnya. Saat korban masuk ke dapur, Eni, yang sudah tahu letak laci uang, dengan cepat mengambil uang, lalu kabur bersama Ragil. Korban mengalami kerugian hingga Rp 3 juta.

"Aksi tersebut mereka lakukan pada 11 Oktober 2019 siang hari. Pasangan ini beraksi dengan berpura-pura mencari pembantu rumah tangga. Saat korban lengah, mereka mencuri uang korban," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander di Mapolres, Kamis (5/12/2019).

Kedua pelaku ini bukan suami-istri. Namun mereka sangat kompak dalam beraksi dengan peran masing-masing. "Si pria biasanya mencari sasaran rumah yang akan didatangi dan memastikan lokasi aman," terang Dony.


Eni dan Ragil bukan suami-istri. Mereka diduga memiliki hubungan spesial. "Dalam pengembangan yang kami lakukan, keduanya sudah beraksi di tiga lokasi. Modusnya sama," pungkas Dony.

Sebelumnya, kedua pelaku beraksi di Kecamatan Kraton dan Kejayan. Di Kecamatan Kraton, pelaku berhasil mengambil perhiasan emas senilai Rp 10 juta.

"Saya imbau masyarakat lebih waspada terhadap modus-modus seperti ini. Jangan mudah percaya pada orang tak dikenal," pungkas Dony. (iwd/iwd)