Ada Empat Bencana Sosial di Tahun 2019, Mensos Tak Ingin Terjadi Lagi

Ada Empat Bencana Sosial di Tahun 2019, Mensos Tak Ingin Terjadi Lagi

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 04 Des 2019 14:55 WIB
Mensos di Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Mensos di Surabaya (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Di tahun 2019 setidaknya tercatat ada empat bencana sosial yang terjadi di Indonesia. Untuk itu, Menteri Sosial berupaya menekan hal ini. Dia ingin konflik sosial tak lagi terjadi di masyarakat.

Sebelumnya, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos mencatat ada empat bencana sosial yang terjadi. Mulai konflik sosial yang terjadi di Buton Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Juni 2019, lalu kerusuhan sosial yang terjadi di Papua dan Papua Barat pada tanggal 19 dan 29 Agustus 2019.

Terjadi pula, konflik sosial yang di Wamena Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 23 September 2019. Lalu, konflik sosial ini juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 16 Oktober 2019.

Untuk itu, Kemensos menyelenggarakan Sarasehan Nasional Kearifan Lokal tahun 2019. "Ini adalah acara setiap tahun yang dilakukan Kemensos dengan melibatkan tokoh-tokoh adat daerah," ucap Menteri Sosial Juliari P Batubara usai membuka Sarasehan Nasional di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya, Rabu (4/12/2019).


Acara ini selain untuk memupuk kecintaan masyarakat Indonesia pada bangsanya, juga memberi pemahaman jika di Indonesia terdiri dari keberagaman suku, agama hingga ras.

"Tentunya ini sangat berkaitan dengan memupuk rasa kecintaan terhadap keberagaman yang ada di negara kita dan juga tentunya agar menjunjung tinggi perdamaian di daerah masing-masing," imbuhnya.

Di kesempatan ini, Juliari berharap masyarakat bisa mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penguatan kearifan lokal bisa memperkokoh bangsa.

"Penguatan terhadap kearifan lokal sudah semestinya dilakukan bukan saja untuk mempertahankan eksistensi budaya nenek moyang. Lebih dari itu penguatan kearifan lokal dapat dijadikan sebagai pengokoh nasionalisme bangsa ini," imbuh Juliari.


Akhir-akhir ini, Juliari menilai semakin banyak tantangan perbedaan kemajemukan yang dihadapi bangsa. Namun, hal ini sebenarnya bisa dijadikan modal dalam mempersatu bangsa dengan keragaman.

"Padahal perbedaan dalam kemajemukan bukan menjadi sumber masalah jika diikat oleh Ketunggalikaan, sebagai sesama saudara sebangsa setanah air," ujarnya.

Menurutnya, salah satu kunci kerukunan dalam keberagaman adalah semangat toleransi dan persaudaraan. Ini bisa ditumbuhkan dengan memperkuat modernisasi sebagai karakter beragama bangsa Indonesia.

"Kita juga harus memperkuat modal sosial yang hidup dalam masyarakat, yaitu menumbuhkan semangat gorong-royong, musyawarah dan kebhinekaan yang ika," pungkasnya.




Tonton juga video Mensos Ingin Kementeriannya Rekrut PNS Difabel Lebih dari 2 Persen:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)