Kapolres Jombang AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengatakan, mayat korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Kediri. Korban diidentifikasi bernama Kasiani (74), warga Dusun/Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang.
"Hasil resmi autopsi belum keluar. Namun secara lisan dari dokter, Kasat Reskrim mendapatkan informasi ada resapan darah di kepala," kata Boby saat dihubungi detikcom, Selasa (3/12/2019).
Hanya saja, lanjut Boby, pihaknya belum bisa memastikan penyebab adanya resapan darah di kepala Kasiani. Dia juga tidak bisa memastikan apakah resapan darah itu menjadi penyebab tewasnya korban atau ada faktor lain.
"Cuman untuk penyebabnya apa, kami belum tahu karena belum ada hasil resmi dari dokter. Kami tidak mau berspekulasi. Kalau visum luar tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan," terangnya.
Tidak hanya mengungkap penyebab tewasnya Kasiani, menurut Boby, pihaknya juga menyelidiki kemungkinan korban menjadi sasaran pemerkosaan. Pasalnya, korban dalam kondisi setengah telanjang saat ditemukan oleh warga
"Secara kasat mata tidak ada mohon maaf cairan sperma. Cuman untuk memastikannya kami meminta dokter memeriksa lebih detil apakah ada persetubuhan karena mengingat pakaiannya terbuka," tandasnya.
Mayat Kasiani pertama kali ditemukan pemburu burung di belakang pabrik karpet PT Classic Prima Carpet Industries (CPCI) pada Rabu (27/11) sekitar pukul 07.00 WIB. Korban dalam kondisi terlentang di kebun tebu tepat di sebelah pagar belakang pabrik karpet, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Jaraknya sekitar 500 meter dari Jalan Raya Desa Betek.
Saat ditemukan, tubuh korban sudah membiru dan mengeluarkan bau tak sedap. Rok warna merah bermotif bunga yang dipakai korban dalam kondisi tersingkap ke atas sehingga nampak bagian intimnya. Wanita ini bertelanjang dada karena jaket putih dan bra warna gelap yang dia pakai telah terbuka. (iwd/iwd)










































