Nella Kharisma Klarifikasi Isu Perselingkuhan dengan Mantan Bupati Kediri

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 02 Des 2019 16:27 WIB
Nella Kharisma (kiri)/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pedangdut Nella Kharisma mendatangi Mapolda Jatim. Ia mengklarifikasi tuduhan dirinya berselingkuh dengan mantan Bupati Kediri, Sutrisno.

Sebelumnya, melalui pengacaranya Nella membuat aduan di Polda Jatim. Aduan ini sebagai permintaan pengusutan pemilik akun Facebook yang telah mem-posting isu perselingkuhan Nella.

Di kesempatan ini, Nella juga sempat diperiksa sebagai saksi. Usai diperiksa, Nella pun mengklarifikasi tuduhan yang mengarah padanya. Nella menegaskan posting-an akun tersebut hoaks.


"Pada intinya posting-an itu tidak benar, alias hoaks. Tudingan selingkuh dengan mantan bupati itu (Sutrisno) itu tidak benar," kata Nella usai diperiksa di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (2/12/2019).

Sementara Kuasa Hukum Nella, Ander Sumiwi Budi Prihatin mengatakan, kliennya diperiksa dengan dicecar 20 pertanyaan. Meski akun Facebook tersebut sudah dihapus, namun Ander percaya polisi bisa mencari siapa pemiliknya.


Tonton juga Kesal Dituduh Selingkuh, Suami Aniaya Istrinya yang Hamil 7 Bulan :



"Ada 20 pertanyaan terkait kenal akun itu kemudian persaingan di dunia hiburan. Sementara kemarin meski sudah di-close akunnya kita menyerahkan semua ke sini. Pastilah namanya teknologi itu ada," kata Ander.

Tak hanya itu, Ander juga membawa beberapa barang bukti. Seperti capture posting-an dari dua akun Facebook yang dilaporkan yakni Supri Anto dan Dinasti Sutrisno.


"Barang bukti 11 lembar dari 2 akun Supri Anto dan Dinasti Sutrisno. Foto kolase 3 versi kemudian foto Nella pake meme 1, ada beberapa baris menyebut Nella dengan kata-kata tidak pantas. LP belum terbit karena masih lidik, kita tunggu hasil proses," pungkasnya.

Sabtu (23/11), Nella Kharisma menjadi objek pemberitaan. Posting-an isu Nella yang menjadi selingkuhan Sutrisno viral di media sosial Facebook. Isu tersebut muncul di Facebook sejak pertengahan November lalu. (sun/bdh)