Polisi Ringkus 2 Tersangka Kredit Fiktif Senilai Rp 1,4 Miliar di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 29 Nov 2019 15:09 WIB
Mapolres Madiun/Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Polisi Kabupaten Madiun meringkus tersangka kasus dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif senilai Rp 1,4 miliar. Mereka merupakan pengelola Koperasi Galang Arta Sejahtera.

Koperasi tersebut berada di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. "Untuk dua tersangka kasus dugaan korupsi kredit usaha rakyat (KUR) fiktif Madiun senilai Rp 1,4 miliar, sudah kita tahan dan dititipkan di Lapas Klas I Kota Madiun," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro saat dihubungi detikcom, Jumat (29/11/2019).

Kedua pengurus koperasi diduga merugikan negara karena KUR itu dari salah satu Bank BUMN. Mereka yakni Hendry Winarno (37) selaku ketua dan Didiek Krisdianto (49) yang juga pengurus. Dalam kasus ini, lanjut Logos, mereka berperan banyak dalam pengajuan kredit fiktif yang melibatkan 300 anggota.


"Jadi dalam proses pengajuan KUR tahun 2012-2014 telah terjadi rekayasa. Ada data nama-nama yang dicantumkan dalam penerimaan dana KUR ke Bank BUMN Cabang Madiun ternyata fiktif. Ada sekitar 300 orang yang mereka manfaatkan. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar," imbuhnya.

Menurut Logos, penangkapan dilakukan pada Kamis (28/11) malam tanpa ada perlawanan. Tim Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Madiun langsung menyerahkan keduanya dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.


"Kedua tersangka ditahan dan dititipkan di Lapas Klas I Kota Madiun setelah kami serahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Kabupaten Madiun. Dua tersangka sebagai pengurus Koperasi Galang Arta Sejahtera itu kami serahkan setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkasnya lengkap," lanjutnya.

Sebelumnya, penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menemukan aliran dana fiktif KUR yang disalurkan melalui sebuah Bank BUMN Cabang Madiun kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp 1,4 miliar. (sun/bdh)