Sekolah di Trenggalek Ini Terapkan Konsep Bijak Sampah

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 27 Nov 2019 07:22 WIB
SDN di Trenggalek menerapkan konsep bijak plastik (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
SDN di Trenggalek menerapkan konsep bijak plastik (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Meningkatnya produksi sampah plastik di masyarakat menjadi keprihatinan bagi kalangan pendidikan di Trenggalek. Salah satunya SD Negeri 1 Karanganyar, yang mulai menerapkan konsep bijak plastik dan memanfaatkan aneka sampah menjadi barang bernilai ekonomis.

Kepala SDN 1 Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Sumirah, mengatakan konsep bijak plastik tersebut diterapkan sejak 2017 lalu. Para siswa diajak hidup ramah terhadap lingkungan dan memanfaatkan aneka sampah plastik untuk didaur ulang menjadi kerajinan atau benda yang lebih bermanfaat.

"Kami berinisiatif bersama teman-teman guru, berpikir bagaimana agar sampah plastik ini tidak semakin hari semakin menumpuk," kata Sumirah saat dikonfirmasi, Rabu (27/11/2019).

Untuk menerapkan konsep bijak plastik tersebut pihaknya membutuhkan waktu hingga 6 bulan, sebagai tahap pengenalan awal kepada para siswa. Saat itu siswa terlebih dahulu dikenalkan dengan berbagai jenis sampah yang ada di lingkungan. Selain itu mereka juga mendapatkan literasi tentang bahaya penggunaan plastik yang berlebihan.


"Setelah itu anak-anak kami ajari proses pemilahan sampah, antara plastik maupun sampah organik. Sehingga lebih mudah apabila ingin memproses daur ulang," ujarnya.

Aneka sampah plastik yang dikumpulkan para siswa tersebut selanjutnya diproses menjadi berbagai karya, mulai dari tas, dompet, hiasan dinding, kursi hingga aneka kostum unik dari barang bekas. Sedangkan sampah organik didaur ulang menjadi kompos.

"Jadi anak-anak di sini sudah terbiasa untuk mengumpulkan sampah sesuai dengan jenisnya, sampah itu tidak hanya dari lingkungan sekolah, terkadang dari luar sekolah," imbuhnya.

Untuk sampah plastik dari bekas gelas minuman dimanfaatkan untuk kerajinan tas dan dompet. Lingkaran gelas plastik dipotong selanjutnya dirangkai menggunakan talikur hingga membentuk tas atau dompet cantik, yang memiliki nilai jual hingga ratusan ribu rupiah.

"Hasilnya cukup memuaskan, bahkan ini juga banyak yang berminat untuk membeli karya para siswa," ujar Sumirah.
Selanjutnya
Halaman
1 2