Kata Menpora soal Tudingan Video Pengeroyokan Disebar untuk Adu Domba

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 24 Nov 2019 21:51 WIB
Menpora RI Zainudin Amali/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Menpora RI Zainudin Amali angkat bicara terkait pernyataan Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang menyebut viralnya video pengeroyokan suporter Indonesia sebagai upaya adu domba. Amali mempersilakan untuk mengusut di mana letak unsur adu dombanya.

"Silahkan diusut tuntas di mana unsur adu dombanya. Kan gitu ya. Silahkan diusut tuntas," kata Amali menjawab pertanyaan detikcom usai mengunjungi Expo Santripeneur di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Minggu (24/11/2019).

Amali kemudian menyinggung surat protes yang dilayangkan kepada Kemenpora Malaysia yang berisi dua tuntutan. Salah satunya yakni menuntut usut tuntas dan menegakkan hukum secara adil terkait pengeroyokan suporter.


"Makanya dalam poin surat protes kita yang pertama (tuntutannya) adalah usut tuntas dan tegakan hukum secara adil. Gak boleh berpihak dan transparan," tegas pria yang juga Plt DPD Partai Golkar Jatim itu.

Saat ini, lanjut Amali, ia telah mendapat laporan bahwa ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh polisi Malaysia. Meski begitu, ketiga WNI itu telah mendapat pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.


"Sekarang informasinya ada tiga orang yang ditahan di polisi Malaysia. Dan oleh KBRI dilakukan pendampingan. Kami juga sudah komunikasi dengan Ibu Menteri Luar Negeri dan beliau juga akan melakukan langkah-langkah diplomatik tentunya," lanjutnya.

"Karena kita sebagai negara yang bertetangga harus menjaga. Tapi kita juga tidak boleh membiarkan ada warga kita atau masyarakat kita yang terlantar atau teraniaya tanpa pendampingan itu. Makanya pemerintah merespons cepat itu," pungkasnya. (sun/bdh)