Ini Penyebab Siswa SMP di Jombang Kerap Kesurupan Massal hingga Dirukyah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 14:54 WIB
Korban kesurupan dirukyah (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang - Puluhan siswa SMPN 1 Perak, Kabupaten Jombang dirukyah karena kesurupan empat hari berturut-turut. Kesurupan massal ini diyakini terjadi karena ulah beberapa siswa yang bermain kuda lumping dan bantengan di sekolah.

Kepala SMPN 1 Perak Kiswari mengatakan baru kali ini kesurupan massal dialami puluhan siswanya. Sampai saat ini dia tidak bisa memastikan penyebab 53 siswa itu mengalami kesurupan. Yaitu sejak Rabu (13/11) hingga Senin (18/11). Pasalnya, penyebab kesurupan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Namun dia mempunyai beberapa pendapat terkait pemicu puluhan peserta didiknya mengalami kesurupan. Salah satunya karena pikiran para siswa sedang kosong. Selain itu, beberapa siswanya ternyata gemar bermain kuda lumping dan bantengan di sekolah. Permainan itu diyakini bisa mengundang makhluk gaib.


"Anak-anak banyak yang ikut kegiatan di luar sekolah yang ada nuansa mendatangkan seperti ini (makhluk gaib). Di ruang kelas kami temukan jepaplokan (topeng berbentuk ular yang biasa dipakai dalam kesenian kuda lumping dan bantengan). Ada beberapa anak yang membawanya dan ditaruh di ruang kelas. Namun kami tidak bisa membuktikan karena barang gaib," kata Kiswari seusai rukyah massal di aula SMPN 1 Perak, Selasa (19/11/2019).

Ia juga berpendapat kesurupan massal di sekolahnya terkait dengan pembongkaran gudang menjadi laboratorium IPA. Menurut Kiswari, ruangan ini dibiarkan kosong selama sekitar satu tahun.

"Kami tidak bisa membuktikan secara ilmiah. Pendapat beberapa praktisi ini bisa saja terjadi. Kegiatan pembongkaran ini mengganggu rumah-rumah gaib," terangnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2