Mobil Tangki BPBD Trenggalek Terguling Saat Kirim Bantuan Air Bersih

Mobil Tangki BPBD Trenggalek Terguling Saat Kirim Bantuan Air Bersih

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 14:11 WIB
Mobil tangki BPBD Trenggalek terguling. (Adhar Muttaqin/detikcom)
Mobil tangki BPBD Trenggalek terguling. (Adhar Muttaqin/detikcom)
Trenggalek - Sebuah mobil tangki milik BPBD Trenggalek terguling di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo saat hendak mengirim bantuan air bersih kepada korban kekeringan.

Kecelakaan tunggal menimpa truk tangki AG-8251-YP yang dikemudikan pegawai BPBD Trenggalek Mohammad Kholiq tersebut terjadi di tikungan Cengkong Kelurahan Tamanan.

"Ini tadi rencananya mau kirim air ke Desa Sumber, Kecamatan Karangan. Namun, saat sampai di tikungan menurun ini tadi, ban belakang sebelah kiri meletus, sehingga saya sulit untuk mengendalikan," kata Kholiq, Selasa (19/11/2019).

Mengetahui kondisi itu, pengemudi berusaha mengendalikan laju kendaraan. Hingga akhirnya ia banting setir agar tidak terjadi kecelakaan dengan kendaraan lain. Namun, akibatnya, truk tangki justru terguling.

Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Pengemudi Mohammad Kholiq dan kernetnya Wawan berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka-luka.


"Alhamdulillah tidak apa-apa, semua selamat," ujarnya.

Menurutnya, kendaraan yang terguling ini mobil operasional BPBD Trenggalek yang rutin digunakan untuk pengiriman air bersih kepada warga korban kekeringan. "Ini tadi pengiriman yang kedua. Sebetulnya untuk pengecekan kendaraan rutin dilakukan. Kemarin itu sempat gembos, tapi sudah dipompa," ujar Kholiq.

Sementara itu, Kepala BPBD Trenggalek Joko Rusianto membenarkan kecelakaan itu. Menurutnya, saat ini kendaraan telah ditarik ke kantor BPBD untuk proses pembenahan.

"Ini adalah salah satu risiko dari kami dalam mengirimkan bantuan air kepada warga," kata Joko.

Pihaknya menjelaskan, saat ini permintaan air bersih masih cukup tinggi, karena curah hujan di Trenggalek masih sangat rendah. Hingga saat ini tercatat lebih dari 60 desa yang mengalami krisis air.

"Karena kekeringan terus berkepanjangan, permintaan air bersih semakin banyak, frekuensi pengirimannya juga kami tingkatkan," ujarnya. (fat/fat)