Pabrik Tahu Masih Pakai Sampah Plastik Impor, Khofifah Tawarkan Empat Opsi

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 19 Nov 2019 12:27 WIB
Gubernur Khofifah (Foto: Istimewa)
Surabaya - Pabrik tahu di Tropodo, Krian, Sidoarjo masih menggunakan sampah plastik impor sebagai bahan bakar produksi. Bahan bakar yang diklaim murah ini disebut berbahaya. Selain asapnya yang tak baik untuk pernafasan, kandungan tahunya juga sempat diragukan.

Selain itu, ditemukan kandungan berbahaya di telur dari ayam yang memakan sampah plastik hingga ampas tahu di sekitar lokasi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa ingin para Industri Kecil Menengah (IKM) segera mengganti bahan bakarnyanya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan dan sehat. Khofifah memiliki empat opsi.


"Jadi begini, kalau PIRT-nya itu urusan pemkab, pembinaannya urusan pemkab. Kebijakan soal plastik yang masuk di dalam impor bahan kertas yang diambil dari sampah kertas itu urusan pusat," papar Khofifah di Jatim Expo Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (19/11/2019).

"Pemprov ini kan in between. Maka kita ingin mencoba memediasi bagaimana para pelaku IKM tahu di Tropodo itu siap-siap mengonversi bahan bakar yang sementara ini dari plastik itu dikonversi," imbuhnya.

Lalu apa saja empat opsi Pengganti bahan bakarnya? Khofifah menyebut salah satunya wood pellet atau pelet kayu. Selain terjangkau, serbuk kayu ini juga disebut ramah lingkungan.

"Satu, opsinya adalah wood pellet. Paling memungkinkan dan paling terjangkau itu wood pellet, menurut hitungan Pak Bupati. Yang kedua adalah sudah dikomunikasikan oleh pemkab Sidoarjo mengomunikasikan dengan PGN memperpanjang pipa city gas. Kemudian ketiga adalah dengan Compressed Natural Gas (CNG)," papar Khofifah.


Selain itu, Khofifah menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan GM Pertamina untuk meminta diskon spesial pada jika para pengusaha tahu ini menggunakan LPG.

"Keempat adalah dengan LPG. LPG ini saya sudah komunikasikan dengan GM Pertamina kita ingin mendapatkan special discount untuk pelaku IKM tahu di Tropodo. Sedang dihitung GM Pertamina," ucap Khofifah.

"Prinsipnya pemerintah membimbing mereka, mendampingi mereka survival kehidupan mereka harus kita jaga. Tetapi mereka juga harus diinformasikan, disosialisasikan bahwa menggunakan bahan bakar plastik tidak boleh. Maka mereka harus menggunakan bahan bakar lain yang opsinya empat tadi," pungkas Khofifah.




Simak juga video Patut Ditiru! Begini Cara Menteri LHK Lawan Sampah Plastik:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)