Ruang Kelas Terbakar, Puluhan Siswa SD di Jombang Belajar di Perpustakaan

Ruang Kelas Terbakar, Puluhan Siswa SD di Jombang Belajar di Perpustakaan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 19:37 WIB
Atap kelas yang rusak karena terbakar (Foto: Enggran Eko Budianto)
Atap kelas yang rusak karena terbakar (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Sebanyak 21 siswa kelas 3 SDN Badang 2, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang terpaksa belajar di perpustakaan sekolah. Pasalnya, ruang kelas yang biasa mereka tempati terbakar sehingga bagian atapnya rusak cukup parah.

Ruang kelas 3 di SDN Badang 2 terlihat masih berantakan. Reruntuhan material genteng dan plafon berserakan di lantai maupun meja para siswa. Bagian atas ruangan ini nampak berlubang, baik pada plafon maupun genteng. Satu batang bambu digunakan untuk menyangga kerangka atap agar tidak ambruk.

Plt Kepala SDN Badang 2 Suharto mengatakan, kerusakan di ruang kelas 3 ini terjadi akibat kebakaran pada Minggu (17/11) sore. Dia menduga api berasal dari pembakaran sampah di belakang sekolah.

Karena para siswa kelas 1-3 bersama gurunya bekerja bakti membersihkan sampah di belakang sekolah, Sabtu (16/11) pagi. Sampah yang mereka kumpulkan dibakar di belakang sekolah.


"Apinya membakar di antara plafon dan genteng. Sehingga plafon dan genteng kami jebol saat proses pemadaman," kata Suharto kepada wartawan di lokasi, Senin (18/11/2019).

Beruntung saat kebakaran terjadi, sekolah sedang libur. Sehingga tidak ada korban dalam insiden tersebut. Hanya saja, kerusakan pada bagian atap yang cukup parah membuat ruang kelas 3 tidak bisa ditempati untuk kegiatan belajar mengajar.

"Sementara anak-anak kelas 3 kami relokasi ke perpustakaan sekolah sampai ruang kelas diperbaiki," terangnya.

Di perpustakaan SDN Badang 2, 21 siswa kelas 3 harus rela belajar sambil lesehan. Mereka diberi meja kecil agar tidak kesulitan mencatat pelajaran dari para guru.

Suharto mengaku telah mengajukan anggaran perbaikan ruang kelas 3 ke Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang hari ini. Dana yang dia butuhkan sekitar Rp 7-10 juta.


"Harapan kami anggaran segera dicairkan. Kasihan kalau anak-anak di perpustakaan terus. Pendidikan butuh ruangan yang luas dan nyaman," tegasnya.

Kapolsek Ngoro AKP Lely Bahtiar mengaku masih menyelidiki penyebab terbakarnya ruang kelas 3 SDN Badang 2. Untuk sementara, dia menduga api dari sisa pembakaran sampah di belakang sekolah yang menjalar ke plafon akibat tertiup angin kencang.

"Karena saat itu cuaca sedang panas dan berangin," tandasnya. (iwd/iwd)