detikNews
Rabu 13 November 2019, 18:18 WIB

Misteri Situs Sekaran Baru Bisa Dikuak Tahun Depan

Muhammad Aminudin - detikNews
Misteri Situs Sekaran Baru Bisa Dikuak Tahun Depan Situs Sekaran (Foto: Muhammad Aminudin/File)
Malang - Masih ingat dengan temuan situs Sekaran yang berada di 37+700 tol Pandaan-Malang. Hasil ekskavasi Maret 2019 lalu, situs disebut merupakan kawasan hunian kuno pra Majapahit. Upaya menguak misteri Sekaran bakal dilanjutkan tahun depan.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan ada rencana untuk membongkar secara utuh misteri keberadaan situs Sekaran. Namun, langkah itu, baru bisa diagendakan pada tahun depan.

"Tentu, kami sangat berkeinginan menguak secara utuh misteri dari situs Sekaran. Ada rencana tahun depan, kembali dilakukan penelitian lebih jauh, tentunya bersama Pemerintah daerah beserta pemberhati budaya," kata Wicaksono kepada detikcom dalam sambungan telepon, Rabu (13/11/2019).

Wicaksono menyebut Fakultas Sejarah Universitas Negeri Malang ingin melibatkan diri bersama pemerhati budaya untuk menjadikan situs Sekaran sebagai laboratorium budaya masa lampau.

Tentu hal ini disambut positif BPCB Jawa Timur, sebagai upaya pelestarian cagar budaya. "Ke depan, jika ada rencana ekskavasi berikut penelitian situs Sekaran, bisa dilakukan secara bersama-sama," sebutnya.


Dikatakan Wicaksono, perlu memang dilakukan kajian lebih jauh tentang situs Sekaran. Karena pihaknya beberapa kali menerima laporan warga akan temuan cagar budaya di luar kawasan situs.

Hal ini semakin membuktikan jika Sekaran perlu digali kembali untuk menemukan bukti-bukti baru sebagai penambah literasi akan keberadaan dan fungsinya di masa lampau.

"Kami sudah banyak menerima laporan, tentang cagar budaya di luar kawasan situs Sekaran. Sehingga diyakni sebarannya semakin meluas, dan dapat diperkirakan menjangkau wilayah Desa Sekarpuro hingga Madyopuro," terangnya.

Wicaksono mengaku berdasarkan hasil ekskavasi pada Maret 2019 lalu, Situs Sekaran diyakini merupakan komplek hunian kuno di masa pra Majapahit.

"Namun fakta-fakta baru dengan temuan cagar budaya oleh masyarakat. Semakin menunjukkan area situs bukan di lokasi itu saja, namun sebarannya meluas. Belum lagi kita dulu juga menemukan uang gobog dari mulai abad 10 masehi. Maka dari itu, kita menduga Sekaran telah ada di masa Singhasari atau pra Majapahit," pungkasnya.


Hari ini, BPCB Jawa Timur kembali mengingatkan agar segera dibangun atap untuk melindungi situs Sekaran dari guyuran hujan. Selain itu, meminta pihak terkait membangun beton penyangga dinding tanah, agar tidak terjadi longsor tatkala musim hujan tiba.

Situs Sekaran berada di Km 37+700 tol Pandaan-Malang, tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sebelumnya tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan penggalian selama 10 hari pada Maret 2019 lalu.

Sejumlah tatanan bata ditemukan, hingga memperkirakan situs Sekaran adalah komplek permukiman kuno Pra-Majapahit yang didalamnya berdiri tempat peribadatan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com