Cerita Kuswari 11 Tahun Rawat Candi Watesumpak di Mojokerto Tanpa Digaji

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 12 Nov 2019 17:13 WIB
Candi Watesumpak di Mojokerto (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Kondisi Candi Watesumpak di Mojokerto yang masih terawat tidak lepas dari pengabdian Kuswari (45). Selama 11 tahun terakhir dia menjaga dan merawat situs purbakala ini tanpa gaji dari pemerintah.

Memakai topi dan kaus lengan panjang lusuh, Kuswari sibuk menyapu sampah dedaunan di area Candi Watesumpak. Dia menyambut dengan ramah saat detikcom meminta izin meliput situs purbakala tersebut. Terik matahari tak menyurutkan semangatnya menjaga bangunan bersejarah ini tetap bersih.

Kuswari merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan almarhum Pairin dan Ngatini (70), warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Mendiang ayahnyalah yang menemukan Candi Watesumpak pada Oktober 2008. Kuswari menyebut sebagai pembantu juru pelihara di Candi Watesumpak.

"Ada satu orang juru pelihara yang ditempatkan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jatim di Candi Watesumpak ini. Namun juru pelihara jarang datang ke sini. Paling seminggu tiga sampai empat kali," kata Kuswari saat berbincang dengan detikcom di pos penjagaan Candi Watesumpak, Dusun/Desa Watesumpak, Selasa (12/11/2019).


Candi Watesumpak terletak di tengah kebun jagung milik warga. Situs purbakala ini berada sekitar 200 meter di sebelah selatan permukiman penduduk Dusun Watesumpak. Selain menempatkan seorang juru pelihara, BPCB Jatim membangun pagar kawat berduri dan pos penjagaan di situs ini. Namun pagar tersebut telah lama rusak.

Kuswari mengaku sudah 11 tahun menjaga dan memelihara Candi Watesumpak. Selama belasan tahun mengabdi, pria yang sehari-hari menjadi buruh tani ini belum sekali pun menerima gaji dari pemerintah. Karena dia tidak pernah diangkat sebagai pegawai, baik oleh Pemkab Mojokerto maupun BPCB Jatim.

Satu-satunya honor yang dia rasakan bersumber dari gaji juru pelihara Candi Watesumpak. Juru pelihara yang diangkat BPCB Jatim memberikan sebagian gajinya kepada Kuswari. Itu pun nilainya hanya Rp 150 ribu per bulan.

"Tapi sejak Agustus 2018 sampai sekarang saya tidak lagi diberi uang itu. Kalau ditotal sudah menumpuk Rp 2,2 juta," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2