Kasus Siswa SMP Sodomi 2 Bocah SD di Mojokerto Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kasus Siswa SMP Sodomi 2 Bocah SD di Mojokerto Dilimpahkan ke Kejaksaan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 18:38 WIB
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno (Foto: Enggran Eko Budianto)
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Polisi telah menuntaskan penyidikan perkara siswa SMP yang menyodomi 2 bocah SD di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Berkas penyidikan perkara tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat untuk diteliti oleh jaksa.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, pelimpahan berkas penyidikan (Tahap 1) perkara sodomi baru dilakukan penyidik hari ini. Berkas penyidikan dikirim langsung ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.

"Karena ini tentang perlindungan anak, kami hanya diberi waktu penyidikan 14 hari. Sehingga penyidikan harus cepat," kata Setyo di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (11/11/2019).

Saat ini berkas penyidikan perkara sodomi dengan tersangka seorang siswa kelas VII SMP di Kecamatan Mojoanyar itu sedang diteliti oleh jaksa. Setyo menunggu sampai jaksa menyatakan berkas perkara lengkap (P21) untuk melakukan Tahap 2.


Yaitu tahap penyerahan tersangka beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Setelah Tahap 2 nanti, jaksa akan mengajukan perkara sodomi ini ke Pengadilan Negeri Mojokerto untuk disidangkan.

"Tahap 2 setelah Kejaksaan menyatakan P21, tapi mereka juga ada batas waktu, pasti segera, tidak mungkin sampai seminggu penelitian berkas perkaranya," terangnya.

Dalam kasus sodomi ini, kata Setyo, pihaknya telah meminta keterangan dari 6 saksi. Terdiri dari 2 korban, orang tua para korban dan saksi yang mengetahui perbuatan sodomi sehingga melapor ke orang tua korban.

"Barang bukti yang kami kumpulkan berupa pakaian korban dan visum dari Rumah Sakit Bangsal," tandasnya.


Kasus sodomi ini terbongkar setelah korban yang berusia 6 tahun mengeluh kesakitan pada bagian duburnya. Bocah kelas 1 SD ini usai disodomi pelaku dua kali di sawah dan kebun jagung pada Minggu (20/10).

Tak terima anaknya disodomi, ibu korban melapor ke Polres Mojokerto, Senin (21/10). Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan seorang siswa SMP berusia 12 tahun sebagai pelaku anak, yaitu sebutan tersangka bagi anak-anak, Jumat (1/11).

Dari hasil penyelidikan pula terungkap adanya korban lain yang disodomi pelaku. Yaitu seorang bocah SD yang kini berusia 9 tahun. Kedua korban merupakan tetangga sekaligus teman bermain pelaku. Pelaku tega menyodomi temannya karena dulunya pernah menjadi korban kejahatan seksual yang sama.


Simak juga video "Sodomi 15 Siswa, Guru di Surabaya Dituntut Kebiri Kimia" :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)