detikNews
Jumat 08 November 2019, 18:23 WIB

Hore, Blokir Pupuk Subsidi di Tulungagung Akhirnya Dibuka

Adhar Muttaqin - detikNews
Hore, Blokir Pupuk Subsidi di Tulungagung Akhirnya Dibuka Pemblokiran pupuk di Tulungagung akhirnya dibuka (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung - 6.000 Lebih petani di Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung akhirnya bisa bernapas lega. Sebab pemblokiran pupuk bersubsidi sejak Juni lalu telah dicabut oleh Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suprapti mengatakan pascapembukaan blokir se-Kecamatan Tanggunggunung, pihaknya hari ini langsung mendistribusikan ribuan ton pupuk bersubsidi kepada sejumlah kelompok tani di wilayah pegunungan tersebut.

"Alhamdulillah setelah diblokir sejak Juni, hari ini sudah dibuka kembali, petani di Tanggunggunung akhirnya memanfaatkan lagi pupuk subsidi. Terimakasih untuk Bu Gubernur dan instansi terkait yang sudah mengupayakan pembukaan blokir," kata Suprapti, Jumat (8/11/2019).

Kepastian pembukaan blokir pupuk tersebut disampaikan pihak Kementan Kamis malam melalui sambungan telepon. Saat itu Dinas Pertanian Tulungagung diminta untuk segera mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada para petani.


"Tadi malam ada kontak dari kementerian, hari ini harus dikirim, untuk surat akan dikirim secara resmi," katanya.

Untuk membuka blokir tersebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya, mulai dari mengirim surat ke kementerian terkait hingga melakukan proses verifikasi lahan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dinas pertanian juga melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Pertanian serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Upaya terakhir itu ketemu Wagub Pak Emil hari Selasa, hanya selang tiga hari Alhamdulillah bisa terselesaikan . Tapi sebelum itu Bu Gubernur juga sudah kirim surat ke Kementan," ujarnya.

Suprapti mengaku bersyukur sebab kekhawatiran 6.000 lebih petani yang mengelola sekitar 8.000 hektare lahan di Tanggunggunung bisa dicarikan jalan keluar. Momen pembukaan blokir pupuk tersebut juga bersamaan dengan datangnya musim penghujan atau persiapan musim tanam jagung.

"Biasanya mulai Agustus itu petani sini sudah mulai melakukan persiapan tanam jagung, termasuk menyiapkan pupuknya. Namun pada tahun ini hujan agak mundur di November, sehingga ini menjadi keuntungan tersendiri mengingat pembukaan blokir pupuk baru dilakukan bulan ini," ujarnya.

Suprapti berharap dengan penggelontoran pupuk subsidi tersebut para petani bisa segera melakukan aktivitas berladang seperti biasa.


Menurutnya produksi jagung di wilayah Tanggunggunung merupakan yang terbesar se-Tulungagung. Kapasitas produksi jagung menguasai sepertiga dari total produksi di Tulungagung.

"Tulungagung itu lumayan tinggi, tertinggi itu pernah di atas rata-rata jatim. Untuk area tanam jagung 48 ribu hektare. Sepertiga dari Tulungagung dari Kecamatan Tanggunggunung," ujar Suprapti.

Sebelumnya sejak Juni lali Kementerian Pertanian memblokir pendistribusian pupuk bersubsidi se-Kecamatan Tanggunggunung. Hal ini terjadi karena terdapat kesalahan data lahan persawahan sekitar 375 hektare. Padahal di Tanggunggunung 90 persen lahan yang dimanfaatkan warga adalah lahan milik Perhutani dan bukan sawah.

Dari data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), kebutuhan pupuk urea di Tanggunggunung mencapai 2.410 ton/tahun, dari jumlah itu pada Mei lalu telah tersalurkan 1.042 ton atau 44 persen.


Simak juga video "Musang Pembawa Rejeki Bagi Petani Kopi Di Bangli Bali" :

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com