detikNews
Jumat 08 November 2019, 18:05 WIB

Polemik Interpelasi Risma Berakhir Happy Ending

Amir Baihaqi - detikNews
Polemik Interpelasi Risma Berakhir Happy Ending Foto: Istimewa
Surabaya - Polemik hak interpelasi kepada Wali Kota Tri Rismaharini yang digulirkan Fraksi Partai Golkar berakhir happy ending. Fraksi Golkar dan Pemkot Surabaya memilih berdamai setelah musyawarah dengan dimediasi pimpinan DPRD Surabaya.

Dalam musyawarah itu, hadir ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni, dan Sekretaris Fraksi Agung Prasodjo. Sedangkan dari pohak Pemkot Surabaya diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Afghani Wardhani dan Kabid Sarpras Edi Santoso.

"Saya bersyukur, polemik yang ramai di media massa bisa diselesaikan dengan musyawarah. Jalan ini yang dianjurkan oleh Tata Tertib DPRD Surabaya. Model musyawarah seperti ini juga sesuai corak kepribadian bangsa kita yang Pancasilais," kata Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono kepada detikcom, Jumat (8/11/2019).


"Hari ini kita duduk bersama, bicara dari hati ke hati, merajut saling pengertian dan memahami peristiwa tersebut. Semuanya saling legowo. Kesimpulannya, ke depan, kita semua harus saling meningkatkan koordinasi, supaya miskomunikasi dan miskoordinasi tidak terulang lagi," tambah pria yang akrab disapa Awi itu.

Awi melanjutkan musyawarah antarpihak yang sempat miskomunikasi tersebut merupakan momentum untuk memperkuat kekompakan seluruh jajaran di Surabaya. Sebab, momentum tersebut bertepatan dengan dipilihnya Surabaya sebagai salah satu dari tuan rumah untuk Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

"DPRD bersama Pemkot Surabaya bertekad untuk menggolkan Kota Pahlawan ini sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Kita semua ingin bila Surabaya sukses menjadi tuan rumah event dunia. Masyarakat Surabaya dan para pencinta sepak bola pasti bangga melihat Surabaya semakin menjadi kota berkelas internasional dan bisa membawa harum nama bangsa di pentas dunia," jelas Awi.


Ancaman hak interpelasi yang digulirkan partai berlambang pohon beringin sendiri bermula saat Menpora Zainudin Amali melakukan kunjungan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (3/11). Saat itu Zainudin tidak bisa masuk ke dalam stadion berkapasitas 55 ribu penonton itu karena pintu masuk terkunci.

Kunjungan Zainuddin sendiri untuk mengecek fasilitas di Stadion GBT yang bakal menjadi salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kejadian itu membuat Fraksi Partai Golkar memunculkan wacana penggunaan hak interpelasi kepada Wali Kota Risma.


Simak juga video "Walkot Surabaya Risma Tersinggung Usai Dihujani Interupsi Anggota DPRD" :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com