BPJS Kesehatan Menunggak, RSUD Jombang Utang Obat Hingga Rp 35 M

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 16:02 WIB
RSUD Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto-detikcom)
Jombang - Tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan di RSUD Jombang mencapai Rp 58,5 miliar. Akibatnya, rumah sakit pelat merah itu harus berutang Rp 35 miliar untuk belanja obat-obatan.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan tersendat sejak Juni 2019. Hingga Oktober tahun ini, BPJS Kesehatan menunggak Rp 58,5 miliar.

Dari jumlah itu, Rp 33,5 miliar secepatnya sudah harus dibayar oleh BPJS Kesehatan karena telah melebihi jatuh tempo pembayaran. Sementara Rp 25 miliar sisanya, pembayaran klaim untuk September yang dalam proses verifikasi dan Oktober yang dalam tahap pengumpulan data.


"Tiga bulan itu (Juni-Agustus 2019) kurang lebih di angka Rp 33,5 miliar. Itu sudah masuk piutang karena sudah melebihi tanggal jatuh tempo yang telah ditetapkan," kata dr Pudji kepada wartawan di RSUD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (7/11/2019).

Akibat tak kunjung adanya kucuran pembayaran dari BPJS Kesehatan, lanjut dr Pudji, RSUD Jombang harus berutang ke para suplier obat-obatan. Karena pihaknya harus memastikan obat-obatan bagi pasien tetap tersedia.

Sementara uang di kas rumah sakit pelat merah ini diprioritaskan untuk membayar gaji karyawan, jasa pelayanan dan biaya operasional lainnya. Jika pembayaran gaji karyawan dan jasa pelayanan ditunda, dia khawatir akan terjadi mogok kerja. Sehingga akan membuat pelayanan di RSUD Jombang lumpuh.


"Sekarang ini utang kami di kefarmasian kurang lebih Rp 35 miliar. Itu memberatkan teman-teman di kefarmasian karena mereka juga harus berproduksi, tidak boleh berhenti," terangnya dr Pudji.

Ia mengaku telah membicarakan persoalan ini dengan pihak BPJS Kesehatan. Namun, BPJS Kesehatan hanya menjanjikan akan membayar klaim untuk bulan Juni dalam waktu dekat.
Selanjutnya
Halaman
1 2