detikNews
Rabu 06 November 2019, 17:42 WIB

Perahu Baja di Bengawan Solo Disebut Armada Militer Zaman Perang Dunia

Eko Sudjarwo - detikNews
Perahu Baja di Bengawan Solo Disebut Armada Militer Zaman Perang Dunia Perahu baja di Bengawan Solo (Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Perahu baja yang diangkat dari dasar Sungai Bengawan Solo merupakan perahu multifungsi. Perahu-perahu tersebut diperkirakan sebagai armada militer zaman Perang Dunia.

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan hasil ekskavasi menunjukkan bahwa tiga perahu baja tersebut berhubungan atau terhubung satu sama lain.

Menurutnya, perahu itu menggunakan mesin untuk menarik gerbong perahu. "Dia (perahu baja) ini pakai mesin, ditarik pakai mesin untuk menarik semua loko perahu lainnya," terang Wicaksono kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).


Warga antusias melihat proses pengangkatan perahu baja/Warga antusias melihat proses pengangkatan perahu baja. (Eko Sudjarwo/detikcom)

Ia menambahkan, dari ekskavasi yang dilakukan selama 5 hari juga diketahui bahwa perahu baja itu merupakan perahu militer, yakni dari zaman Perang Dunia I hingga Perang Dunia II yang multifungsi.

"Ini adalah perahu multifungsi. Perahu ini bisa untuk mengangkut serdadu, perahu ini juga memiliki fungsi mengangkut logistik dan bisa juga untuk alat penyeberangan," paparnya.

Sementara itu, Kepala BPCB Jatim Andi Muhammad Said mengatakan perahu yang telah berhasil diangkat ke permukaan memiliki ukuran 7,2 meter. Perahu itu bisa dipisahkan menjadi 2 bagian dengan ukuran 3,6 meter.

"Kelihatannya pada saat itu perahu ini menjadi salah satu alat transportasi dari laut untuk masuk ke Bengawan Solo. Yang selanjutnya masuk ke pedalaman. Perkiraan ini merupakan kapal sisa Perang Dunia I. Jadi memang untuk mengangkut tentara dengan berbagai peralatan dan kebutuhannya," kata Andi M Said.

Pihaknya juga belum bisa memperkirakan berapa berat perahu itu yang berbahan baja tebal. Tim arkeolog, lanjut Said, juga belum tahu tahun pembuatan kapal yang tidak tertera di badan perahu.

"Kapal semacam ini selalu disambung seperti gerbong kereta tergantung kebutuhan. Setelah ini kita akan melihat referensi dan literasi yang mendukung sehingga bisa diketahui tipe tahun pembuatannya," jelasnya.


Said juga mengungkapkan perahu baja ini mungkin tidak diproduksi di Indonesia karena tahun-tahun itu Indonesia belum punya pabrik baja. Perahu baja yang ditemukan di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, ini juga merupakan temuan satu-satunya di Indonesia.

"Belum ada temuan sejenis dan baru di sini ini. Hal itu sangat masuk akal karena Bengawan Solo kan sangat besar waktu itu. Jadi memang bisa dilalui transportasi laut. Jadi wajar saja kalau ada di sini," lanjut Said.

Seperti diketahui, tiga perahu baja yang berada di dasar Bengawan Solo, Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, ini tengah dalam proses pengangkatan mulai hari ini. Proses ekskavasi ini dimulai dengan membuat bendungan di sekeliling perahu, sebelum dilanjutkan dengan menguras air dan mengangkat perahu ke daratan.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com