Klaim BPJS Kesehatan Belum Dibayar, RSUD Wlingi Terancam Tak Layani Pasien

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 11:32 WIB
RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi (Erliana Riady/detikcom)
RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi (Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Kondisi keuangan RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, makin kritis. Jika akhir November BPJS Kesehatan belum juga membayar klaim yang diajukan, rumah sakit pemerintah ini terancam tidak bisa melayani pasien.

Kondisi ini diungkapkan Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Endah Woro Utami. Saat itu dia belum juga mendapat kabar kapan klaim BPJS Kesehatan akan dibayarkan.

Kini stok obat-obatan dan peralatan medis menipis. Dana yang masuk melalui pasien mandiri telah habis dibayarkan untuk tagihan obat bulan Oktober dan peralatan medis dalam November ini.


"Pembayaran obat itu bisa dibayarkan setelah 30 hari. Tagihan untuk obat Oktober ini baru kami bayarkan. Tapi untuk tagihan November, kami sudah tidak ada dana," ungkapnya.

Bukan hanya stok obat, lanjut dia, bahan habis pakai stoknya juga sangat terbatas. Padahal layanan medis harus steril dan tidak bisa melaksanakan operasi yang tidak sesuai standard operating procedure (SOP).

"Itu obat, alat, dan bahan ya. Belum lagi tenaga medis. Mereka belum mendapat tunjangan jasa sejak April. Kami tidak seperti ASN lain yang mendapat tunjangan penghasilan tiap bulan," ucap Woro.
Selanjutnya
Halaman
1 2