Pembelaan DPRD untuk Risma dan Kepala Bappeko yang Dinilai Pencitraan

Suki Nurhalim - detikNews
Sabtu, 02 Nov 2019 10:01 WIB
Wali Kota Risma/Foto: Deny Prastyo Utomo
Wali Kota Risma/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Surabaya Chusnul Chotimah menilai, tradisi Wali Kota Tri Rismaharini yang sering blusukan merupakan bentuk rasa empati kepada masyarakat. Terutama pada 'wong cilik'.

"Bu Risma punya empati besar pada rakyat, Terutama wong cilik. Itu karena walikota sering bertemu rakyat dan mendengar keluh kesah mereka," ucap Chusnul Chotimah, Sabtu (2/10/2019).

Pernyataan itu menanggapi kritikan politisi Partai Nasdem Imam Syafii kepada Risma dan Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi yang dinilai blusukan hanyalah untuk pencitraan.


Chusnul yang juga politikus PDIP menilai, turun ke bawah merupakan salah satu cara untuk melihat permasalahan langsung dari akarnya.

Dari perjumpaan dengan rakyat, kata dia, lahirlah berbagai formula kebijakan seperti penanggulangan kemiskinan, perbaikan kampung, perbaikan infrastruktur, pembebasan biaya pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Chusnul mencontohkan prestasi Risma yang berhasil menutup kawasan lokalisasi Dolly setelah beroperasi puluhan tahun. Menurutnya itu mustahil terwujud jika orang nomor satu di Surabaya tidak blusukan ketemu rakyat.

"Blusukan itu sekaligus wujud empati. Pemkot Surabaya tentu tidak akan bisa menutup Dolly jika Bu Risma tidak turun langsung ke bawah," imbuh Chusnul.
Selanjutnya
Halaman
1 2