Ini Pengakuan Utusan Ahmad Dhani yang Ambil Formulir Pilwali Surabaya

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 18:11 WIB
Saat utusan Ahmad Dhani mengambil formulir pendaftaran di DPC Gerindra/Foto: Istimewa
Saat utusan Ahmad Dhani mengambil formulir pendaftaran di DPC Gerindra/Foto: Istimewa
Surabaya - Ahmad Dhani mengutus seseorang mengambil formulir pendaftaran untuk Pilwali Surabaya 2020 melalui DPC Gerindra. Sang utusan merupakan relawan Dhani bernama Hariyadi Nugroho.

Hariyadi membenarkan jika dirinya yang mengambil formulir. Pengambilan formulir itu merupakan inisiatifnya yang ingin melihat sang idola maju dalam Pilwali Surabaya 2020.

Terlepas dari itu, ia mengaku diutus Ahmad Dhani untuk mengambil formulir tersebut. "Terkait masalah pengambilan formulir memang saya mengambil formulir ke kantor DPC (Gerindra) Surabaya. Yang mana beberapa waktu yang lalu saya diutus Mas Dhani untuk mengambil formulir tersebut. Yang gunanya untuk Mas Dhani akan kita sampaikan untuk bisa dipertimbangkan maju sebagai calon Wali Kota Surabaya 2020-2025," kata Hariyadi di Surabaya, Jumat (1/11/2019).


Saat ditanya kapan Dhani menyuruh dirinya mengambil formulir, Hariyadi menjelaskan, keinginan Dhani untuk menjadi Cawali Kota Surabaya telah disampaikan padanya sejak lama. Kemudian terkait pengembalian formulir tersebut, Hariyadi menyerahkan sepenuhnya kepada Dhani. Apakah berkenan maju atau tidak.

"Iya beberapa waktu yang lalu (menyuruh). Kalau keinginan kan sudah lama sekali. Cuman sebelum kasus yang melibatkan beliau. Keinginan itu pernah tersirat dulu maju Pilwali," terang Hariyadi.

"Cuman kita kembalikan lagi ke yang bersangkutan, apakah tetap bersedia maju sebagai calon wali kota atau tidak. Tapi kita relawan dan pendukung Mas Dhani yang ada di Surabaya khususnya itu mendukung sekali Mas Dhani maju," imbuhnya.

Hariyadi menambahkan, pihaknya berharap Dhani mempertimbangkan formulir tersebut. "Karena antusiasme Mas Dhani cukup besar. Tapi kita kembalikan ke yang bersangkutan untuk bisa dipertimbangkan dan itu formulir seandainya bersedia bisa dikembalikan. Kalau tidak bersedia juga tidak dikembalikan. Tidak ada apa-apa," imbuhnya.

Kendati Dhani masih berada di balik jeruji besi, Hariyadi yakin jika Gerindra belum mencabut hak politiknya. Ia yakin Dhani berkenan maju dan mampu bersaing dengan calon lainnya.

"Untuk masalah hak politiknya, saya rasa adanya kasus hukum yang melilit beliau itu hak politiknya belum dicabut. Jadi Mas Dhani masih punya hak untuk berpolitik," lanjutnya.


Saat ditanya kapan formulir itu akan dikembalikan, Hariyadi mengatakan masih menunggu keputusan Dhani. Namun ia berharap Dhani bisa mewakili suara relawan untuk membuat Surabaya menjadi lebih baik.

"Kita sampaikan langsung ke Jakarta dari relawan dan pendukung untuk Mas Dhani maju," pungkasnya. (sun/bdh)