Berharap Hujan, Warga Lamongan Salat Istisqa di Bengawan Solo yang Kering

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 16:59 WIB
Warga Lamongan menunaikan salat di hamparan Bengawan Solo yang mengering. (Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Ratusan warga desa di Lamongan menggelar salat minta hujan atau salat Istisqa di hamparan Sungai Bengawan solo yang mengering. Warga berharap hujan segera turun.

Ratusan warga Dusun Poncol, Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, yang berada di tepian Bengawan Solo menggelar salat Istisqa di dalam sungai terpanjang di Jawa itu yang melintas di desa mereka. Bersama kerabat dan sanak saudara mereka, warga Poncol ini khusyuk berdoa kepada Tuhan agar diturunkan hujan.

"Ini baru pertama kalinya kami salat di tengah Bengawan Solo yang saat ini airnya sudah mengering," kata modin desa setempat, Muslik, kepada wartawan seusai pelaksanaan salat Istisqa, Rabu (30/10/2019)

Selain berharap agar segera turun hujan, lanjut Muslik, warga juga berharap Bengawan Solo, yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan warga, juga bisa terisi air kembali dengan air hujan. Banyak warga, kata Muslik, yang mengandalkan hidupnya dari Bengawan Solo ini.


"Baru tahun ini Bengawan Solo mengering, tahun sebelumnya memang air surut, tapi tak sampai mengering seperti saat ini," aku Muslik.

Menurut Muslik, salat Istisqa dijalankan dua rakaat. Tata caranya mirip salat Id. Rakaat pertama dilanjutkan 7 kali takbir dan rakaat kedua 5 kali takbir. Seusai salat pun ada khotbah. Muslik menuturkan, kemarau panjang di Lamongan ini mulai terasa sejak Mei lalu dan membuat banyak sumur dan sumber air warga mengering, termasuk Bengawan Solo.

"Semoga salat Istisqa yang kami dirikan ini dikabulkan Allah dan disegerakan turun hujan," harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Poncol, Luluk Kunainah, menuturkan tidak datang sendiri ke lokasi salat Istisqa yang berada di tengah bengawan ini. Ia datang bersama keluarganya. Dengan salat Istisqa ini, Luluk berharap agar hujan segera turun.


"Semoga doa kami diijabah oleh Allah dengan diturunkannya hujan," katanya.

Setelah menggelar salat Istisqa, warga pun tak buru-buru pulang. Mereka melanjutkan salat Istisqa itu dengan menggelar istigasah yang juga dilakukan di tengah-tengah Bengawan Solo yang mengering. Cuaca panas dan gerah tak dihiraukan oleh warga, mereka tetap khusyuk berdoa.


Simak juga video "Ratusan Warga Pacitan Gelar Salat Istisqa di Bendungan Kering" :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)