detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 15:59 WIB

Pembunuhan Pria Ngopi di Warkop Direkonstruksi, 28 Adegan Diperagakan

Muhajir Arifin - detikNews
Pembunuhan Pria Ngopi di Warkop Direkonstruksi, 28 Adegan Diperagakan Salah satu adegan dalam rekonstruksi (Foto: Muhajir Arifin0
Pasuruan - Polisi melakukan rekonstruksi pembunuhan Rojali (20), warga Desa Balunganyar Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Dalam rekonstruksi terungkap, korban dibacok di depan banyak orang namun tak ada yang menolong.

Rekonstruksi dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), sebuah ruko kosong di Jalan WR Supratman Pasuruan. Di malam hari ruko tersebut dijadikan tempat warung kopi lesehan.

Rekonstruksi menghadirkan tiga tersangka, Rn (18), Fh (16), Fr (17). Selain mereka, teman korban dan teman para tersangka saat kejadian juga dihadirkan.

Dua pemilik warung lesehan, sejumlah driver online dan pihak-pihak yang ada di lokasi saat kejadian didatangkan. Hal untuk menunjukkan saat pembacokan suasana TKP sangat ramai sesuai keterangan saksi-saksi. Tersangka juga didampingi penasihat hukum.

Rekonstruksi dimulai dengan tersangka Fr yang mendatangi korban dan teman-temannya yang sedang menikmati kopi. Fr bertanya siapa pemilik motor Satria warga merah muda yang ada di lokasi.


Korban mengaku sebagai pemilik motor tersebut. Fr kemudian mengajak dengan paksa korban pergi dari TKP namun korban menolak. Fr lalu menghubungi Fh lewat HP. Beberapa saat kemudian Fh datang bersama Rn serta belasan temannya.

Fh lalu turun dari motor menghampiri korban. Keduanya terlibat cekcok. Saat itu, Rn yang sebelumya berada di atas motor mendekati korban.

Rn juga terlibat pertengkaran dengan korban. Saat pertengkaran terjadi, teman-teman korban maupun tersangka dan orang-orang yang ada di lokasi tak melerai hingga semakin memanas.

Korban mencoba kabur namun Rn mengejar lalu memandangnya. Korban mendekati kerumunan pengojek online dan pelanggan warung lain di sebelah barat. Namun Rn tetap mengejarnya.

Saat itulah dengan cepat Rn mengeluarkan celurit dari balik bajunya. Rn membacok kepala kemudian punggung korban. Korban langsung ambruk ke lantai.

Setelah itu, Rn dan dua tersangka lain bersama belasan temannya kabur. Korban ditolong teman-temannya. Ia diangkat ke atas motor dan dilarikan ke rumah sakit. Namun korban ternyata sudah tewas.

"Rencana awal memperagakan 15 adegan dalam rekonstruksi ini. Namun di lapangan adegan berkembang menjadi 28. Memang rekonstruksi ini untuk mencari kesesuaian keterangan saksi dan tersangka. Dimungkinkan ada hal-hal baru yang akan didapatkan," terang Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, di lokasi, Rabu (23/10/2019).

Slamet mengatakan dari rekonstruksi yang dilakukan, secara umum sesuai dengan berita acara pemeriksaaan (BAP).

"Motifnya sakit hati. Salah satu tersangka (Fh) pernah dipukul oleh korban. Tersangka ingin mengklarifikasi mengapa dipukul dan mengajak teman-temannya. Salah satunya temannya, tersangka Rn, membawa celurit. Pada saat klarifikasi terjadi cekcok dan spontan mengeluarkan celurit dan melakukan penganiayaan dengan cara membacok korban," terang Slamet.

Para tersangka dijerat Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP. "Dari rekonstruksi ini, memenuhi unsur di pasal 351, penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Nanti akan kita dalami," pungkas Slamet.


Perempuan pemilik warung yang dihadirkan dalam rekonstruksi mengatakan kejadian berlangsung dengan cepat. Meski suasana sangat ramai, tak ada yang menyangka tersangka sampai mengeluarkan celurit hingga membunuh korban.

"Kejadiannya sangat cepat. Nggak ada yang nyangka kalau sampai begitu," kata perempuan yang juga diminta memperagakan sejumlah adegan ini.

Rekonstruksi ini mendapat perhatian dari ratusan warga. Mereka menonton rekonstruksi dari luar garis polisi. Jalan WR Supratman sempat ditutup selama lebih dari dua jam.

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Rn (18), Fh (16), Fr (17). Rn warga Desa Semedusari Kecamatan Lekok merupakan pelaku pembacokan hingga korban tewas, Fh warga Dusun Dadapan Desa Patuguran Kecamatan Rejoso yang punya masalah dengan korban, sementara Fr (17) warga Grati merupakan orang yang membantu mencari korban sebelum dibacok.

Rojali (20) dibacok di warung kopi lesehan depan ruko Jalan WR Supratman 28 Kelurahan Bangilan Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Sabtu (19/10/2019) pukul 23.00 WIB. Rojali dibacok dengan celurit di punggung dan kepala hingga tumbang tertelungkup ke lantai dan tewas.




Simak juga video Buron 7 Bulan, Pelaku Pembunuhan di Pangkalpinang Ditangkap:

[Gambas:Video 20detik]




(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com