detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 09:53 WIB

8 Anak Blitar Meninggal Terjangkit Demam Berdarah

Erliana Riady - detikNews
8 Anak Blitar Meninggal Terjangkit Demam Berdarah Fogging di Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - 8 Anak di Kabupaten Blitar meninggal karena terjangkit demam berdarah (DB). Dinkes Pemkab Blitar mengimbau pemberantasan jentik nyamuk diperluas, menghadapi musim penghujan yang diprediksi mulai turun November mendatang.

Data Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P3D) Dinkes Kabupaten Blitar menyebut, sejak Januari hingga September 2019 ini tercatat 634 warga terserang DB. Angka ini naik tajam dibandingkan tahun 2018 sebanyak 534 selama kurun waktu satu tahun.


"Tahun lalu yang meninggal juga delapan. Tahun ini masih sampai September sudah 8. Ini warning bagi wilayah endemis untuk memperluas dan lebih teliti dalam pemberantasan jentik nyamuk," kata Kepala Bidang P3D Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/10/2019).

Kematian akibat DB masih didominasi anak-anak. Dengan kisaran umur antara 5 sampai 15 tahun. Dan wilayah endemis di delapan kecamatan, juga masih tetap sama dari tahun ke tahun. Yakni di Kecamatan Udanawu, Ponggok, Srengat, Sanankulon, Nglegok, Kanigoro, Selopuro dan Wlingi.

Wilayah tersebut dikatakan endemis, lanjut Krisna, karena setiap tahun terdapat warga yang terserang DB. Dan dari wilayah itu juga, ada pasien DB yang meninggal dunia.

"Ini harus menjadi perhatian khusus bagi Camat dan jajarannya yang terdata wilayah endemis nyamuk Aedes Aegypti. Camat harus lebih serius menangani program pemberantasan sarang dan jentik nyamuk. Kalau tidak, dikhawatirkan jumlah korban yang meninggal akan bertambah," tandasnya.

Krisna mengimbau, masyarakat lebih memperluas dan teliti dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tidak hanya saluran air, namun pot-pot bunga atau lokasi manapun disela pepohonan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk secepatnya di bersihkan.


"Sebetulnya DB itu memuncak ketika musim hujan. Lha ini musim kering saja jumlahnya sudah banyak. Makanya kita harus lebih teliti saat PSN untuk menghadapi musim hujan Nopember mendatang," imbuhnya.

Angka penderita DB cenderung meningkat dalam siklus tiga tahunan. Jika dilihat sejak tahun 2015 ada 356 warga, tahun 2016 sebanyak 308 dan tahun 2017 turun menjadi 84 pasien. Maka, sesuai siklus tiga tahunan, jumlah penderita memang memuncak pada tahun 2018, yakni sebanyak 534 pasien. Namun angka itu rupanya belum juga turun ketika mendekati akhir 2019, yang justru naik 100 pasien menjadi 634.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com