detikNews
2019/10/23 09:53:03 WIB

8 Anak Blitar Meninggal Terjangkit Demam Berdarah

Erliana Riady - detikNews
Halaman 2 dari 2
8 Anak Blitar Meninggal Terjangkit Demam Berdarah Fogging di Blitar/Foto: Erliana Riady

Wilayah tersebut dikatakan endemis, lanjut Krisna, karena setiap tahun terdapat warga yang terserang DB. Dan dari wilayah itu juga, ada pasien DB yang meninggal dunia.

"Ini harus menjadi perhatian khusus bagi Camat dan jajarannya yang terdata wilayah endemis nyamuk Aedes Aegypti. Camat harus lebih serius menangani program pemberantasan sarang dan jentik nyamuk. Kalau tidak, dikhawatirkan jumlah korban yang meninggal akan bertambah," tandasnya.

Krisna mengimbau, masyarakat lebih memperluas dan teliti dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tidak hanya saluran air, namun pot-pot bunga atau lokasi manapun disela pepohonan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk secepatnya di bersihkan.


"Sebetulnya DB itu memuncak ketika musim hujan. Lha ini musim kering saja jumlahnya sudah banyak. Makanya kita harus lebih teliti saat PSN untuk menghadapi musim hujan Nopember mendatang," imbuhnya.

Angka penderita DB cenderung meningkat dalam siklus tiga tahunan. Jika dilihat sejak tahun 2015 ada 356 warga, tahun 2016 sebanyak 308 dan tahun 2017 turun menjadi 84 pasien. Maka, sesuai siklus tiga tahunan, jumlah penderita memang memuncak pada tahun 2018, yakni sebanyak 534 pasien. Namun angka itu rupanya belum juga turun ketika mendekati akhir 2019, yang justru naik 100 pasien menjadi 634.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com