Debu ini menerjang pemukiman warga di dua kecamatan. Akibatnya puluhan rumah rusak dan pohon tumbang.
"Ada puluhan rumah rusak dan pohon tumbang akibat angin kencang yang membawa material pasir. Saat ini kami turun ke lapangan untuk melakukan pendataan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bakti Jati Permana, Senin (21/10/2019).
Badai pasir yang menerjang sejak Sabtu (19/10) melanda sejumlah desa di Kecamatan Tosari dan Puspo. Badai juga masih mengamuk hingga Minggu sore.
Baca juga: Kebakaran Lalap Enam Gunung di Jatim |
Badai pasir tersebut membawa hawa panas. Pasir yang beterbangan juga menyebabkan langit gelap dan menyebabkan mata pedih.
"Kejadiannya berbarengan dengan yang di Batu. Saat ini sudah nggak ada," terang Bakti.
Akibat 'bledhuk Tengger' ini lebih dari 25 rumah di sejumlah desa di Kecamatan Tosari rusak. Sementara di Puspo, Desa Pusung Malang, sekitar 10 rumah rusak.
"Di Tosari yang parah ada puluhan rumah di beberapa desa," terang Bakti.
Kerusakan rumah ini sebagian besar di bagian atap. Atap rumah di desa Lereng Bromo ini sebagian dari seng dan asbes. Seng dan asbes terlepas dari kayu-kayu yang menopangnya. Sebagian bahkan terlempar hingga beberapa meter.
"Di Pusung Malang mengakibatkan 10 rumah mengalami rusak," kata Camat Puspo, Kartono.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. (fat/iwd)










































