Water Bombing Batal Padamkan Kebakaran di Gunung Arjuno karena Cuaca

Muhammad Aminudin - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 18:41 WIB
Heli Mi-8 milik BNPB sebelum melaksanakan water booming di Lanud Abdulrachman Saleh. (Foto: dok. Istimewa)
Malang - Upaya pemadaman kebakaran di Gunung Arjuno dan Welirang dengan sistem water bombing batal digelar hari ini. Penyebabnya adalah faktor cuaca. Helikopter Mi-8 milik BNPB, yang sudah lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh, ditarik kembali.

"Operasi water bombing batal hari ini, karena kendala cuaca yang berawan di lokasi," ungkap Kapentak Lanud Abdulrachman Saleh Letkol (sus) Dodo Aguspiro kepada detikcom, Selasa (15/10/2019).

Dodo mengaku operasi direncanakan bakal kembali dilaksanakan besok, Rabu (16/10) pagi. "Ditunda besok pagi," tegas Dodo dalam sambungan telepon.


Dia menambahkan, helikopter milik BNPB sebagai sarana operasi water bombing sempat take off pada pukul 14.30 WIB.

Setelah terbang sekitar 30 menit, kondisi cuaca yang berawan membuat heli kembali ke Lanud Abdulrachman Saleh.

"Jadi kendalanya adalah faktor cuaca yang berawan. Heli sudah terbang sekitar 30 menit. Kemudian memutuskan kembali ke Lanud Abd Saleh," imbuh Dodo.

Dikatakan, skenario water bombing dilaksanakan dengan titik pengambilan air ke Waduk Selorejo di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

"Kemudian bergerak ke titik lokasi kebakaran di Gunung Arjuno dan Welirang," ujarnya.


Water bombing akan dilakukan siang ini untuk memadamkan kebakaran hutan di Gunung Arjuno-Welirang. Upaya pemadaman dari udara diharapkan membuahkan hasil.

"Kalau lancar, satu unit heli (penugasan) dari BNPB akan datang di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pukul 11.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, Selasa (15/10/2019). (fat/fat)