Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Terkendala Jumlah Personel

Muhajir Arifin - detikNews
Sabtu, 12 Okt 2019 20:21 WIB
Asap yang mengepul dari kebakaran di Gunung Arjuno/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Kebakaran terjadi terus-menerus di Gunung Arjuno-Welirang selama musim kemarau. Pemadaman sering mengalami kendala karena keterbatasan personel.

Ratusan hektare hutan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo habis akibat kebakaran yang bertubi-tubi sejak awal tahun. Pihak Tahura R Soerjo berharap semua kalangan ikut melibatkan diri dalam upaya pemadaman hutan. Dampak kerusakan hutan konservasi di Arjuno-Welirang akibat kebakaran sangat luas.

"Harapan kami semua pihak terlibat pemadaman kebakaran gunung. Potensi-potensi yang ada di sekitar Tahura dapat membantu mengupayakan pemadaman kebakaran hutan agar kerusakan yang terjadi bisa diminimalisir," kata Kepala UPT Tahura R Soerjo, Ahmad Wahyudi, Sabtu (12/10/2019).


Wahyudi menegaskan, menjaga kawasan konservasi Arjuno-Welirang dan gugusan gunung di sekitarnya seperti Ringgit dan Gunung Kembar, merupakan kewajiban bersama. Dampak kerusakan kawasan ini cukup luas.

"Hutan kita bersama. Tahura ini kan hanya lembaga yang harus bertanggung jawab apabila terjadi seperti sekarang ini. Persepsi di masyarakat seolah hutan ini urusan Tahura padahal manfaatnya untuk semuanya masyarakat dan semua makhluk hidup yang tergantung kawasan," terangnya.

Kawasan Tahura R Soerjo memiliki luas 27.800 hektare, mencakup Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang dan Kota Batu. Sementara personel lapangan yang dimiliki Tahura sekitar 95 orang.

Dengan personel itu, Tahura dipastikan kewalahan menanggulangi kebakaran yang bertubi-tubi. Terutama saat musim kemarau. "Makanya kami terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, Perhutani, warga sekitar hutan dan relawan," terang Wahyudi.

Meski demikian, seringkali petugas gabungan tak berdaya menghadapi kebakaran. Kendalanya karena cuaca terik dan angin yang kencang, lokasi kebakaran yang berjauhan, medan yang sulit, hingga jumlah petugas yang terlibat pemadaman sangat minim dibandingkan luas area kebakaran.

"Apalagi kan petugas nggak mungkin terus-menerus bekerja. Harus gantian," ungkap Wahyudi.


Kebakaran saat ini di tiga lokasi Gunung Arjuno-Welirang yakni Petak Curah Seriti wilayah Malang, Blok Sawahan di Gunung Ringgit dan Blok Gumandar di Prigen. Tercatat juga titik api muncul di kawasan Gunung Welirang, wilayah Mojokerto.

"Terus melebar karena belum bisa dikendalikan. Lebih 40 personel gabungan dari Tahura, TNI-Polri, Perhutani, warga dan relawan terus melakukan pemadaman," pungkas Wahyudi.

Kawasan Tahura di Gunung Arjuno-Welirang merupakan bagian dari cagar biosfer dunia. Kawasan hutan tropis ini menjadi rumah terakhir satwa dan tanaman langka termasuk dalam kategori merah (hampir punah). Seperempat penduduk Jawa Timur sangat tergantung secara ekologi dan tata air pada kawasan ini. (sun/bdh)