detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 18:41 WIB

Antisipasi Banjir, Polres Trenggalek Gelar Aksi Bersih Sungai

Adhar Muttaqin - detikNews
Antisipasi Banjir, Polres Trenggalek Gelar Aksi Bersih Sungai Foto: Istimewa
Trenggalek - Mengantisipasi datangnya musim penghujan Polres Trenggalek menggelar bersih sungai. Aksi pembersihan sungai dan saluran air dilakukan untuk mengurangi risiko ancaman bencana banjir.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan aksi pembersihan sungai tersebut dilakukan dengan sejumlah instansi termasuk para pelajar dan mahasiswa. Secara bergotong-royong tim gabungan mengangkut sampah-sampah yang berada di aliran sungai di dalam kota.

"Ini merupakan langkah awal saja, sebagai trigger untuk menggerakkan semua elemen masyarakat agar peduli terhadap kondisi sungai maupun saluran yang ada disekitarnya. Kalau semua bergerak, kami yakin potensi banjir itu akan bisa diminimalisir," kata Calvijn, Jumat (11/10/2019).

Dijelaskan Calvijn, aksi bersih sungai dinilai sangat penting, sebab sejumlah wilayah di Trenggalek masuk dalam peta rawan bencana banjir. Seperti Kecamatan Trenggalek, Pogalan, Karangan, Gandusari, Kampak, Munjungan, Panggul dan beberapa kecamatan lain.


Di wilayah kota sendiri terdapat beberapa titik yang menjadi langganan banjir yakni Kelurahan Tamanan dan Kelutan. Sebagain besar banjir di Trenggalek merupakan luapan dari Ngasinan yang melintas di dalam kota.

"Tapi ada juga yang terjadi akibat gangguan saluran air, seperti yang dulu terjadi di Jalan Panglima Sudirman dan Sumbergedong. Makanya mumpung masih kemarau mari bersama-sama melakukan gerakan pembersihan sungai dan selokan," ujarnya.

Selain aksi bersih sungai, Calvijn mengaku juga telah melakukan berbagai persiapan sarana dan prasarana penunjang di Satuan Sabhara untuk proses penanganan saat terjadi bencana banjir, mulai perahu dan peralatan evakuasi lainnya.


"Sehingga sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat misalkan banjir, kami siap untuk membantu BPBD maupun Basarnas. Kami juga sudah koordinasi dengan Basarnas maupun BPBD," ujarnya.

Calvijn mengimbau masyarakat juga melakukan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana tanah longsor. Terutama bagi warga yang tempat tinggalnya berada di bawah lereng dan tebing.

"Masyarakat harus tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk pencegahan bencana dan apa yang harus dijalankan pada saat terjadi bencana," tandasnya.


Simak juga video "Wali Kota Jaksel Sebut Warga Sudah Antisipasi Banjir" :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com