detikNews
Rabu 09 Oktober 2019, 17:47 WIB

Siswi SMP Penderita Kanker Tulang Butuh Kaki Palsu, Ini Janji Pemkab Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Siswi SMP Penderita Kanker Tulang Butuh Kaki Palsu, Ini Janji Pemkab Mojokerto Silfi Qumairoh terbaring di tempat tidur (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Setelah menjalani operasi, siswi SMP di Mojokerto yang menderita kanker tulang kini mengalami kekurangan gizi. Selain itu, dia juga membutuhkan kaki palsu supaya bisa kembali berjalan.

Tim dokter RSU Dr Soetomo, Surabaya telah mengamputasi kaki kanan Silfi Qumairoh. Lutut kaki kanan gadis berusia 14 tahun ini sebelumnya membengkak sebesar bola sepak akibat kanker tulang. Sehingga kaki kanannya dipotong hingga pangkal paha.

"Karena kanker sudah menjalar hingga ke atas lututnya sehingga harus diamputasi. Khawatirnya akan menjalar ke organ dalamnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin kepada wartawan di kantornya, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Rabu (9/10/2019).

Silfi dirawat di RSU Dr Soetomo, Surabaya selama 12 hari, yaitu sejak 22 September sampai 3 Oktober 2019. Operasi amputasi kaki kanan gadis asal Dusun/Desa Kedungmaling, RT 10 RW 4, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto itu berjalan lebih dari 4 jam pada Minggu (29/9).


Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Faizun Laili Agustin (32) dan Mohammad Gozali (37) ini dalam masa pemulihan pasca operasi. Namun kondisi tubuhnya saat ini tergolong kurus karena kekurangan gizi. Rambutnya masih kerap rontok efek samping dari kemoterapi. Dia juga belum bisa duduk.

"Adik Silfi ini kekurangan gizi salah satunya karena makan di rumah cuma nasi pakai kerupuk dan garam," ungkap Didik.

Terkait kondisi Silfi saat ini, Didik menyatakan komitmennya untuk mengawal sampai siswi kelas 2 SMP itu benar-benar pulih. Terlebih lagi Silfi tergolong anak yang mempunyai semangat tinggi untuk sembuh. Dia telah memerintahkan ahli gizi dari Puskesmas Sooko untuk membuat susunan asupan gizi bagi Silfi.

"Susunan asupan gizi itu saya minta diberikan kepada orang tua Silfi supaya diberikan menu-menu yang bergizi setiap hari. Kami siap membantu susu jika diperlukan agar tubuh Silfi kembali normal," terangnya.


Selain itu, Didik juga berjanji memberi bantuan kaki palsu gratis untuk Silfi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto dan pembuat kaki palsu. Dengan kaki palsu itu diharapkan gadis yang pandai membaca Alquran ini bisa beraktivitas seperti anak lainnya.

"Kalau Silfi sudah sembuh, Pak Sugeng (pembuat kaki palsu di Mojokerto) kami ajak ke rumah Silfi atau Silfi yang kami ajak ke tempat Pak Sugeng supaya diukur dan dibuatkan kaki palsu," tandasnya.

Kanker tulang yang menggerogoti tubuh Silfi membuat lutut kanannya membengkak sebesar bola sepak. Akibatnya, siswi kelas 2 SMP ini tidak bisa sekolah.


Simak juga video "Putri Luis Enrique Meninggal Dunia karena Kanker Tulang" :

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com