detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 18:47 WIB

Kasus Penembakan Mati Pembalak Kayu oleh Polisi Hutan Diselidiki

Hilda Meilisa - detikNews
Kasus Penembakan Mati Pembalak Kayu oleh Polisi Hutan Diselidiki Pembalak kayu yang ditembak mati (Yakub Mulyono/detikcom)
Surabaya - Polda Jatim mengambil alih kasus penembakan mati pembalak kayu hutan di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jember, oleh Polisi Khusus Hutan (Polsushut). Kini Polsushut tersebut masih menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, seorang pembalak kayu hutan tewas setelah ditembak petugas Polsushut. Diketahui pelaku ditembak karena melawan saat ditangkap.

"Kasus yang terjadi di Jember atas meninggalnya AR ini memang sementara kami ambil alih kasus ini, karena menyangkut meninggalnya seseorang yang diakibatkan oleh senjata api yang diletuskan oleh salah satu pegawai kepolisian kehutanan," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (8/10/2019).

Lalu mengapa kasus tersebut diambil alih Polda Jatim? Barung menambahkan ada beberapa hal yang menjadi faktor, seperti nyawa yang melayang, penggunaan senjata api, dan kemungkinan overma.


"Prosedur penggunaan senjata api dan kemungkinan-kemungkinan tewasnya seseorang itu diakibatkan senjata api itu dikarenakan apa. Nah kita tangani sementara, dan yang bersangkutan masih ada di Polda, polisi lagi menyelidikinya apakah penembakan itu dilakukan karena overma," papar Barung.

"Overma itu artinya seseorang dikarenakan atau petugas dikarenakan, dikarenakan sesuatu hal untuk mengambil langkah membela diri sehingga dilakukan penembakan," imbuhnya.

Selain itu, Barung menambahkan, pihaknya juga memeriksa apakah penembakan ini dilakukan secara sengaja.

"Kalau sengaja melakukan penembakan dan kemudian meninggalnya seseorang tentu ada ancaman hukuman yang diberikan, yaitu 338, karena seseorang yang sengaja ditembak, walaupun dia melakukan pencurian ini tidak sebanding dengan apa yang terjadi di lapangan," lanjut Barung.



Namun Barung menambahkan pihaknya belum bisa memberi kepastian karena kasus ini baru sehari diambil alih Polda Jatim. Selain itu, Barung menyebut masih melakukan penyidikan mendalam.

"Nah, itu akan semua formulasi itu tentunya akan dilakukan penyelidikan oleh kepolisian karena kasusnya baru satu hari diambil di Polda. Kami mohon rekan-rekan bersabar karena kami belum menentukan apakah langkah ini bisa kami tangani pembunuhankah atau nanti dari overma-nya, dua kemungkinan itu," ungkap Barung.

"Karena yang bersangkutan ini adalah polisi hutan yang diberi wewenang oleh undang-undang juga untuk melakukan pengawasan terhadap hutan dan memang dilengkapi dengan senjata api dalam rangka untuk melakukan tugas-tugas ya. Nah, itu juga nanti akan diformulasikan," pungkasnya.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com