detikNews
Selasa 01 Oktober 2019, 18:51 WIB

Pemkot Ajak Warga Surabaya Panen Raya Sayur dan Buah di Mini Agrowisata

Titania Dewanti - detikNews
Pemkot Ajak Warga Surabaya Panen Raya Sayur dan Buah di Mini Agrowisata Foto: Titania Dewanti
Surabaya - Pemkot Surabaya melakukan panen raya sayur-sayuran, buah-buahan, udang, serta ikan di Mini Agrowisata pada Selasa (1/10). Di sana terdapat berbagai sayuran, buah-buahan, udang, dan berbagai jenis ikan. Warga Kota Surabaya pun diperkenankan ikut memanen dan merasakan sensasi memetik sayuran sendiri.

Panen raya itu dihadiri oleh sejumlah kepala dinas Pemkot Surabaya, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan, Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Antiek Sugiharti

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas DKPP Erna Purnawati, yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, dengan senang hati menyambut mereka di Mini Agrowisata tersebut.

Pada kesempatan itu, Erna menjelaskan kali ini dirinya sedang panen raya udang Vaname, telur, bayam, golden melon, dan ikan pare. Ia memastikan panen semacam itu rutin dilakukan setiap tiga bulan.

"Tiga bulan sekali itu pasti panen. Sekali panen macam-macam, baik sayur maupun buah-buahan," kata Erna seusai panen raya di Mini Agrowisata.


Erna mengatakan hasil panen itu tidak boleh dijual oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sehingga bisa dipakai sendiri dan dibagikan kepada warga secara gratis.

"Maka dari itu, saya sengaja mengajak awak media dan sejumlah kepala dinas ke panen raya untuk merasakan sensasi memetik sayuran dan buah-buahan sendiri, karena berbeda dengan ketika beli di pasar atau di minimarket," ujar Erna.

Erna mengatakan pertanian terpadu semacam itu sangat penting bagi DKPP karena demi memberikan contoh kepada warga Kota Surabaya. Selama ini, jajarannya rutin mengadakan penyuluhan dan pelatihan serta pembagian bibit sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga dia juga merasa penting di kantornya menanam hal serupa.

"Kami sering mengadakan penyuluhan dan membagikan bibit serta pelatihannya untuk urban farming. Paling tidak di kantor kami juga bisa praktiknya seperti apa. Kami mengajari orang tapi di kantor kami tidak ada contohnya, kan tidak mungkin seperti itu," tegasnya.

Karena itu, Erna mengaku memanfaatkan lahan di Mini Agrowisata untuk melakukan pertanian terpadu dan urban farming. Di samping itu, dia mengaku terus menggalakkan penyuluhan dan pembagian bibit, seperti bibit lombok dan berbagai bibit lainnya.

"Apalagi sekarang di DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) ada program Smart Kampung, sehingga semakin banyak warga yang meminta bibit ke sini, dan kami bagikan gratis," imbuhnya.

Erna menambahkan ke depannya pihaknya akan terus memanfaatkan lahan Pemkot Surabaya di pantai timur Kota Surabaya.

"Ternyata pemkot memiliki lahan seluas 75 hektare, sehingga kami terus menggalakkan penanaman, termasuk penanaman bibit mangrove yang salah satu fungsinya mencegah terjadinya tsunami. 75 hektare itu luar biasa luasnya, sehingga kami terus percepat penanamannya di Keputih," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Rahmad Kodariawan mengaku ke depannya juga akan terus mengembangkan pertanian terpadu itu, termasuk di Mini Agrowisata. Bahkan ia mengaku akan menambah jenis varietasnya.

"Kalau sekarang ini hanya ada beberapa jenis varietas, nanti akan kami tambahkan lagi, khususnya tanaman-tanaman yang langka," kata Rahmad.

Ia memastikan di Mini Agrowisata itu sudah ada sekitar 150 jenis varietas tanaman. Sedangkan buahnya 10-15 jenis varietas. Makanya, ke depannya jenisnya ini akan terus ditambah supaya memberikan pelajaran kepada warga Kota Surabaya.

"Nanti lahannya akan kami bagi lagi supaya lebih banyak memuat jenis varietas," pungkasnya.




Tonton juga video Risma Dapat Gelar Doktor Kehormatan dari Tongmyong University:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com