Lewat Renungan untuk Negeri, Pemuda Bersama Polisi dan TNI Jaga Perdamaian

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 21:59 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Angkatan Muda Muhammadiyah Mojokerto bersama polisi dan TNI menggelar renungan untuk negeri. Selain mendoakan mahasiswa Kendari yang meninggal saat berunjuk rasa, kegiatan ini juga untuk menjaga perdamaian bagi negara Indonesia.

Renungan untuk Negeri ini digelar di Masjid Al Azhar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Acara ini dihadiri Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Hariyatno, Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, Ketua Muhammadiyah Mojokerto M Hobir, Ketua Pemuda Muhammadiyah M Rizal Fidaus, Ketua Kokam Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta Pengurus Daerah Aisiyah Mojokerto.

Renungan diawali dengan salat gaib berjamaah untuk mendoakan Randi, mahasiswa Universitas Halu Oleo yang meninggal dalam demo berakhir kericuhan di depan kantor DPRD Kendari.


Lantas orasi dari masing-masing organisasi kepemudaan Muhammadiyah, serta orasi kebangsaan oleh pimpinan daerah Muhammadiyah, Kapolres dan Dandim Mojokerto. Renungan untuk Negeri diakhiri dengan nonton bersama film G 30S PKI.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Hariyatno menyampaikan duka cita atas meninggalnya Randi. Menurut dia, investigasi yang dilakukan Mabes Polri terhadap kasus tersebut, mulai ada titik terang. Oleh sebab itu, dia mengimbau para mahasiswa bersabar menunggu hasil investigasi polisi. Karena pelaku penembakan akan ditindak tegas.

"Polri mengaspirasi upaya mahasiswa dalam mengawal tuntutan rakyat. Kami imbau adik-adik mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi sesuai aturan, jangan sampai merugikan masyarakat. Sehingga perjuangan mahasiswa dapat membesarkan bangsa ini," kata Setyo kepada Angkatan Muda Muhammadiyah, Senin (30/9/2019).


Kemajuan investigasi yang digelar Mabes Polri terhadap kasus yang menewaskan aktivis mahasiswa pun menuai apresiasi dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Mojokerto Rizal Firdaus. Sementara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Mojokerto M Hobir meminta semua pihak mengikhlaskan kematian para aktivis mahasiswa. Dia juga berharap Poliri bisa mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kami imbau para pemuda Muhammadiyah tidak terprovokasi dengan kondisi ini. Sehingga dapat menyebabkan tidak kondusifnya situasi bersosial di masyarakat," terangnya. (iwd/iwd)