detikNews
Minggu 29 September 2019, 12:29 WIB

Tekan Angka Kecelakaan, Mahasiswa Pacitan Ciptakan 'Ki Slamet'

Purwoto Sumodiharjo - detikNews
Tekan Angka Kecelakaan, Mahasiswa Pacitan Ciptakan Ki Slamet Kapolres Pacitan menjajal helm Ki Slamet (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan - Meski tergolong kota kecil, angka kecelakaan lalu lintas di Pacitan tergolong tinggi. Sejak Januari hingga September 2019 tercatat 27 orang meninggal akibat laka lantas. Sebagian besar berasal dari kalangan usia produktif.

Kondisi itu memacu semangat banyak pihak berinovasi untuk menghindari jatuhnya korban. Hal ini seperti dilakukan Doni Wijanarko (20). Remaja berstatus mahasiswa STKIP PGRI Pacitan tersebut menciptakan sistem peringatan pada helm.

"Saya memberinya nama Ki Slamet," ucap Doni kepada wartawan, Minggu(29/9/2019).


Nama itu sengaja dipilih karena dinilai unik. Pemilihan kata pun dibuat ringkas. Tujuannya agar mudah diingat. Sehingga lebih mengena bagi masyarakat. 'Slamet' sendiri berasal dari Bahasa Jawa, artinya 'Selamat'.

Teknologi yang digunakan pun tergolong sederhana. Sebuah buzzer (bel mini) dipasang pada sisi kanan dalam helm SNI. Perangkat tersebut terhubung dengan baterai. Sementara sebuah saklar ditempatkan pada bagian dalam helm sebelah atas.

Saat helm dikenakan, saklar dengan sendirinya tertekan kepala pengguna. Hal itu membuat koneksi dengan baterai tersambung. Akibatnya buzzer di depan telinga kanan pengguna berbunyi. Suara bernada tinggi itu baru diam setelah pengunci tali helm ditautkan.

"Jadi fungsinya sebagai pengingat agar pengemudi sepeda motor selalu mengaitkan pengunci tali helm," terang mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang juga menyandang predikat Duta Lalu Lintas tersebut.


Kapolres Pacitan AKBP Sugandi mengaku kagum dengan penemuan itu. Dia berharap, helm garapan Doni dapat digunakan secara massal oleh pengendara motor. Pasalnya, sebagian kasus kematian korban kecelakaan disebabkan helm terlepas.

Tak tanggung-tanggung, Sugandi akan membantu mengupayakan pendaftaran hak paten untuk karya mahasiswa Kota 1001 Gua. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab setempat serta lembaga terkait lain. Jika terbukti belum ada karya serupa yang terdaftar, besar peluang Ki Slamet dapat dipatenkan.

"Kita berharap inovasi ini berkontribusi positif terhadap upaya menekan angka kecelakaan. Biarpun seseorang sudah merasa memakai helm, tapi jika tali tidak dikaitkan sama juga tidak pakai (helm)," tandasnya usai menjajal pelindung kepala berwarna kombinasi putih biru tersebut.


Tekan Angka Kecelakaan, Mahasiswa Pacitan Ciptakan 'Ki Slamet'

(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com