AJI Surabaya Aksi Tuntut Polisi Bebaskan Dhandy dari Status Tersangka

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 15:49 WIB
Demo bebaskan Dhandy Dwi Laksono dari statusnya sebagai tersangka (Foto: Amir Baihaqi)
Demo bebaskan Dhandy Dwi Laksono dari statusnya sebagai tersangka (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Belasan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengelar aksi solidaritas. Mereka menuntut polisi membebaskan Dhandy Dwi Laksono dari segala tuduhan dan statusnya sebagai tersangka.

Tuntutan kita sederhana bebaskan kawan kita Dhandy dari segala tuduhan. Sudah banyak kawan2 kita jadi tersangka dan dipenjara akibat korban ITE," kata Ketua AJI Surabaya Miftah Faridl saat berorasi, Sabtu (28/9/2019).

Dalam aksinya yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, para peserta aksi menggunakan topeng bergambar Dhandy sebagai aksi dukungan kepada pria yang juga pendiri WatchdoC dan sutradara The Sexy Killers. Selain melakukan orasi, mereka juga membentangkan spanduk dan berbagai poster.


Spanduk dan poster itu antara lain bertuliskan 'Bebaskan Dhandy', 'Internet Papua Mati, Untung Ada Dhandy', 'Nek butuh Ae Diajak Ngopi, Gak Butuh Diantemi', 'Ada Rilis Diundang, Liputan Demo Kita Ditendang', 'Kartu Pers Ancen Cilik, Nek Gede Jenenge Spanduk'.

Polda Metro Jaya menangkap pendiri WatchdoC Dandhy Laksono. Dandhy yang juga merupakan sutradara film dokumenter Sexy Killers ini ditangkap pada Kamis malam.

Istri Dandhy, Irna Gustiawati membenarkan kabar penangkapan tersebut. Suaminya ditangkap Kamis (26/9) pukul 23.00 WIB di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.


"Ya benar," kata Irna saat dimintai konfirmasi, Jumat (27/9/2019).

Dandhy ditetapkan polisi sebagai tersangka atas cuitannya soal rusuh di Wamena. Twit itu ia tulis pada tanggal 22 September terkait insiden di Papua.




Tonton juga video Wartawan Surabaya Kecam Tindakan Kekerasan Pihak Kepolisian:

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)