detikNews
2019/09/27 09:24:40 WIB

Kata Senapati Nusantara soal Keris yang Dipakai Ancam Tokoh NU Blitar

Erliana Riady - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kata Senapati Nusantara soal Keris yang Dipakai Ancam Tokoh NU Blitar Keris/Foto: Erliana Riady
Blitar - Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) angkat bicara soal pengancaman terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Blitar yang menggunakan keris. Berikut pemaparannya.

Ketua Bidang Litbang Senopati Nusantara Imam Mubaroq mengatakan, keris tidak bisa dikategorikan sebagai senjata tajam yang sebenarnya. Dan pernyataan ini berdasarkan aturan perundangan yang ada.

"Jadi keris tidak masuk kategori senjata tajam itu ada di ayat 2 Pasal 2 Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951. Selain itu, dalam Undang-Undang nomor 11 Tahun 2010, bahwa keris masuk dalam cagar budaya," kata Baroq kepada detikcom, Jumat (27/9/2019).


Selain itu, lanjutnya, UNESCO pada 2005 telah mengakui keris sebagai warisan budaya tak benda. Bukan sebagai senjata tajam, meskipun tetap tajam. Pada posisi ini, lebih pada makna filosofi dalam masing-masing dapur atau bentuk keris.

Menurut Baroq, selama pascaperang zaman kerajaan, keris dipakai sebagai senjata tikam. Namun lambat laun berubah menjadi benda pusaka.

Terkait dipakainya keris untuk mengancam tokoh NU di Blitar, Baroq menilai itu pemakaian yang salah. Karena keris tajam, bisa melukai dan membahayakan orang lain.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com