Polisi Gelar Perkara Tentukan Status DPO Veronica Koman

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 18 Sep 2019 15:17 WIB
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Batas waktu pemanggilan kedua atas tersangka kasus provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman, berakhir hari ini. Polisi rencananya akan menetapkan status daftar pencarian orang (DPO) pada Veronica.

Namun, sebelum itu, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya masih melakukan gelar perkara di Mabes Polri. Hal ini untuk menentukan langkah-langkah penerbitan DPO pada Veronica.

Luki menyebut gelar perkara ini dilakukan karena Veronica tak kunjung memenuhi panggilan kedua. "Hari ini masih gelar di Mabes (Polri) untuk menentukan itu (DPO)," kata Luki saat dimintai konfirmasi di Surabaya, Rabu (18/9/2019).


Luki menyebut, jika sampai batas waktu yang ditentukan hingga hari ini Veronica Koman tetap tidak datang, sejak pukul 00.00 WIB pihaknya akan menerbitkan DPO.

"Kalau teorinya sampai jam 00.00 WIB (tidak datang), besok akan saya sampaikan terkait hal itu (DPO)," imbuhnya.

Setelah itu, polisi akan mengeluarkan red notice, yang akan digelar di Prancis. Red notice ini untuk disebar ke 190 negara yang telah bekerja sama.


Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim telah mengirim surat panggilan kedua kepada Veronica Koman pada pekan lalu. Saat itu, penyidik memberi batas waktu hingga 13 September 2019.

Setelah Veronica tak datang, polisi memberi tambahan waktu lima hari hingga 18 September. Tambahan waktu ini salah satunya karena Veronica masih berada di Australia.


Polisi Buru Veronica Koman Tersangka Provokasi Asrama Papua:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/iwd)