Cerita Pasien Ningsih Tinampi yang Histeris karena Kelamaan Antre

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 17 Sep 2019 17:32 WIB
Seorang pasien perempuan yang histeris (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Dalam sehari, Ningsih Tinampi mengobati 150 pasien. Sampai saat ini, antrean pasien yang ingin diobati wanita asal Pandaan, Pasuruan, itu harus menunggu hingga tahun 2020.

Pengobatan alternatif itu dibuka di rumah Ningsih di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Meski setiap hari hanya mengobati 150 pasien, jumlah orang yang berkerumun berkali-kali lipat.

Itu karena pasien kerap datang bersama keluarga. Selain pasien yang hendak berobat, setiap hari banyak pasien yang datang untuk sekadar mendaftar.


Seperti pantauan detikcom di lokasi, ratusan warga berjubel. Di antara desak-desakan pasien yang menunggu giliran masuk ke ruang pengobatan, tiba-tiba seorang perempuan berteriak-teriak seperti kesurupan.

Perempuan berkaus hitam itu awalnya duduk di kursi antrean depan rumah Ningsih. Tiba tiba dia berteriak dan meracau. Perempuan berambut keriting itu lalu menjatuhkan diri ke lantai dan menangis.

Beberapa pasien kemudian mencoba menenangkannya. Namun si perempuan tetap menangis, berteriak, dan mengucapkan kata-kata tak jelas.

"Dia dari Blora. Sendirian ke sini," kata seseorang yang sebelumnya duduk di samping perempuan tersebut.

Agar perempuan itu tak membuat gaduh, sejumlah orang kemudian membopongnya menjauh dari kerumunan. Saat sampai di kejauhan, perempuan tersebut kembali membantingkan tubuhnya ke tanah.

"Capek aku, capek," ujarnya.


"Iya, sabar. Makanya sabar biar nggak capek. Semuanya antre," kata seseorang menenangkannya.

Seorang pemilik warung mengatakan beberapa kali terlihat pasien yang mengalami hal seperti perempuan tersebut. "Nggak tahu ya kesurupan atau apa. Ada juga yang pura-pura agar bisa segera diobati," ujarnya. (sun/bdh)