Pasien Ningsih Tinampi Harus Rela Antre hingga 2020

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 17 Sep 2019 16:44 WIB
Pasien yang mengantre di rumah Ninggsih Tinampi (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Antrean pasien yang ingin diobati Ningsih Tinampi mencapai ratusan, bahkan ribuan saat Sabtu dan Minggu. Bahkan antrean pasien tercatat hingga tahun 2020.

Ningsih membuka praktik pengobatan di rumahnya di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Seperti pantauan detikcom, ratusan warga berjubel.

Ratusan pasien yang antre terbagi menjadi dua, yakni mereka yang menunggu giliran diobati dan pasien yang datang hanya untuk mendaftarkan diri.


Pasien yang menunggu giliran diobati sebelumnya datang untuk mendaftarkan diri. Mereka berjubel di barisan paling depan tepat di depan rumah Ningsih. Setiap hari Ningsih melayani pengobatan 150 pasien.

Sedangkan pasien yang antre untuk mendatar berada di warung-warung maupun rumah-rumah warga yang ada di sekitar lokasi. Mereka yang sudah terdaftar memilih pulang. Mereka akan kembali lagi pada hari yang ditentukan. Daftar antrean pasien hingga enam bulan ke depan atau 2020.

"Saya daftarnya sudah satu bulan yang lalu. Jadwalnya hari ini diobati," kata Muhadi (69), warga Surabaya.

Kemudian pengantar pasien asal Rembang, Udin (30), mengatakan sudah berada di Pandaan sejak tiga hari lalu. Ia mengantarkan kakaknya yang sakit.

Lalu pasien asal Jakarta, Jhoni, menyampaikan datang bersama istrinya untuk mendapatkan diagnosis dari Ningsih. Ia merasa badannya sakit tapi tak mengerti sakit apa sebenarnya.


Hal itu juga diungkapkan Yanuar, pasien asal Surabaya. "Saya mengantar adik, sekalian mau periksa," terangnya.

Para pasien yang berasal dari jauh, seperti Kalimantan, Lampung, dan Jakarta, banyak yang menyewa rumah warga untuk menginap. Alhasil, warga sekitar banyak yang menyewakan rumahnya. (sun/bdh)