detikNews
Senin 16 September 2019, 11:21 WIB

Kapolda Jatim Cerita Peran Warganet Redam Hoaks Kerusuhan di Papua

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kapolda Jatim Cerita Peran Warganet Redam Hoaks Kerusuhan di Papua Ribuan warganet di Mapolda Jatim (Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengumpulkan ribuan netizen atau warganet dari seluruh Jawa Timur. Menurut Luki, warganet telah membantu kepolisian meredam berita hoaks soal kerusuhan di Papua.

Salah satu berita hoaks yang rawan muncul dalam beberapa waktu ini adalah isu terjadinya kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. Peristiwa itu memantik aksi yang lebih besar di tanah Papua.

Untuk itu, Luki mengajak seluruh netizen turut serta menjaga Jawa Timur agar tetap adem ayem. Salah satunya dengan tidak menyebarkan berita hoaks tentang kerusuhan di Papua.


"Saya bersyukur, bersama TNI dan Polri, situasi di sana bisa diredam dan di Jatim sendiri meski ada letupan. Tapi dukungan masyarakat bisa meredam terkait berita-berita bohong, dan ditutup dengan berita sebenarnya," kata Luki di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (16/9/2019).

Luki juga memaparkan pihaknya masih berupaya melakukan penyelidikan kasus hukum pelaku rasialisme hingga penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terkait isu di Papua.

"Di Jatim, terkait Papua, masih terus bergulir proses hukumnya. Polri sendiri sudah melakukan tindakan, dan kini masih proses," imbuhnya.

Sedangkan terkait berita tentang Papua, Luki menyebut pihaknya masih menemukan banyak berita hoaks. Untuk itu, Luki mengajak seluruh masyarakat menjaga perdamaian di NKRI.


"Ternyata berita-berita terkait Papua masih bergulir, jadi saya berharap agar terus mengumandangkan perdamaian NKRI. Kita semua bersaudara. Bagi kita, kami bersatu untuk menuju Indonesia maju," ujar Luki.

"Saya berharap, atas kejadian ini, kita satukan visi-misi kita untuk Jawa Timur dan untuk Indonesia maju. Jadi saya berharap dari sinilah kita membuat warna di wilayah Indonesia, karena saya mendapat masukan-masukan dan berita Jatim menjadi tolak ukur utama," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com