detikNews
Jumat 13 September 2019, 20:20 WIB

Sri Setyo Pratiwi Kembalikan Formulir Bacawali Surabaya ke PDIP

Amir Baihaqi - detikNews
Sri Setyo Pratiwi Kembalikan Formulir Bacawali Surabaya ke PDIP Sri Setyo Pertiwi mengembalikan formulir penjaringan bacawali (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - DPC PDI Perjuangan Surabaya menerima pengembalian formulir penjaringan bakal calon wali kota (bacawali). Kali ini pengembalian datang dari Sri Setyo Pertiwi.

"Hari ini terus bertambah kandidat yang mengembalikan formulir Pilkada Kota Surabaya tahun 2020 ke Kantor DPC PDI Perjuangan," kata Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono kepada detikcom, Jumat (13/9/2019).

"Setelah tadi Mas Whisnu Sakti, selepas Mahgrib ini giliran Ibu Hajjah Sri Setyo Pertiwi yang mengembalikan formulir Bakal Calon Walikota Surabaya," tambah politisi yang akrab disapa Awi ini.


Menurut Adi, ada tiga kandidat bacawali yang rencananya akan menyusul mengembalikan formulir pada hari Sabtu besok (13/9). DPC PDIP sendiri memberikan tenggat waktu pengembalian formulir pendaftaran bacawali sampai besok.

"Besok Sabtu, akan mengembalikan formulir Bakal Calon Walikota: Ibu Dyah Katarina, Cak Crismanhadi. Agak sore rencananya, Cak Anugerah Aryadi, mantan anggota DPRD Kota Surabaya, yang akan mengembalikan formulir Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya," terang Awi.


"Besok Sabtu 14 September adalah hari terakhir pendaftaran di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Di atas kertas, yang mendaftar 9 orang. Lima orang Bacawali, dan empat orang Bacawawali," imbuh alumnus Fisip Universitas Airlangga (Unair) itu.

Pantauan di lokasi, Sri tiba di kantor DPC pada pukul 18.20 WIB. Ia langsung mengembalikan formulir pendaftaran dengan menyertakan sejumlah berkas seperti Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP dan syarat-syarat lainnya yang telah ditentukan.


Saat ditanya alasan mendaftar lewat partai berlambang banteng moncong putih? Sri mantap menjawab karena tertarik dengan ideologi partai. Selain itu, Sri juga mengaku sang ayah adalah fans berat Bung Karno.

"Saya tertarik karena ideologinya. Ada Bung Karno, dan jaminan Pancasila tidak tergantikan. Ayah saya adalah pengagum Bung Karno. Istilah anak sekarang, ngefans banget. Tidak tergantikan," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com