Penutupan Grebeg Suro 2019 di Ponorogo Berlangsung Meriah

Charolin Pebrianti - detikNews
Minggu, 01 Sep 2019 10:47 WIB
Festival Reog di Ponorogo/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Penutupan acara Grebeg Suro 2019 berlangsung meriah. Universitas Brawijaya Malang dan SMPN 2 Kauman Ponorogo menjadi juara di masing-masing kategori Festival Reog.

"Meski saat ini Reog populer dan banyak digemari, kita tidak boleh berhenti mengapresiasinya. Caranya dengan melestarikannya," kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Minggu (1/9/2019).

Menurutnya, dengan diadakannya Festival Reog, kesenian kebanggaan Ponorogo itu bisa dimainkan oleh lebih banyak orang selain masyarakat Ponorogo. Para pemain Reog dari luar Ponorogo bisa unjuk gigi di Bumi Reog saat perayaan Grebeg Suro.


"Karena itu kita beri kesempatan untuk mereka berarti kita memberikan ruang apresiasi pada mereka. Termasuk memberi apresiasi kepada para penggiat lestari di Kabupaten Ponorogo," terangnya.

Reog, lanjut Ipong, saat ini perkembangannya luar biasa. Ada kesenian Reog Obyok dan Reog Festival. Reog Obyok lahir dari masyarakat yang tidak menganut pakem tertentu. Sebab mereka menari sesuai dengan ekspresi masing-masing. Sedangkan Reog Festival rutin digelar tiap Grebeg Suro.

"Alhamdulilah, tiap tanggal 11 kita menggelar pertunjukan Reog Obyok di 307 desa/kelurahan di seluruh Ponorogo. Tujuannya untuk melestarikan kesenian Reog," imbuhnya.


Penutupan Grebeg Suro Ponorogo dimulai dengan Ziarah Makam Batoro Katong, Srandil dan Petilasan Kutu Wetan. Kemudian lanjut Kirab Pusaka, Tumpeng Purak serta wayangan serentak di 21 kecamatan di Ponorogo.

Dua Festival Reog yang digelar dibagi menjadi dua kategori. Yakni Festival Nasional Reog Ponorogo dan Festival Reog Mini. Yang menjadi juara di untuk kategori nasional yakni kelompok Reog dari Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan untuk kategori Reog Mini dijuarai Grup Reog SMPN 2 Kauman, Ponorogo. (sun/bdh)