Blokir Jalan Umum di Surabaya, Pemilik Persilakan Pemkot Beli Tanahnya

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 17:29 WIB
Halaman ke 1 dari 2
1.

Blokir Jalan Umum di Surabaya, Pemilik Persilakan Pemkot Beli Tanahnya

Blokir Jalan Umum di Surabaya, Pemilik Persilakan Pemkot Beli Tanahnya
Muhammad menunjukkan sertifikat tanahnya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Haji Muhammad (63), pemilik tanah yang memblokir Jalan Tambak Wedi Baru di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran mengaku sempat didatangi pemerintah setempat. Mereka meminta pemblokiran jalan dengan membangun tembok segera dibongkar.

"Pertama yang datang lurah setempat kemudian camat sama perangkat-perangkatnya. Mereka bilang 'kalau bisa jangan ditutup ini jalan umum'. Kok jalan umum kita kan ini punya surat (sertifikat)," kata Muhammad saat ditemui detikcom, Rabu (28/8/2019).

Ini setiap tahun bayar pajak PBB. Ya akhirnya camat sendiri nggak bisa bicara. Karena kita menunjukan surat. Bukan kita ini mengaku-aku, mengada-ada tidak dengan surat kita dengan tanah kita," tambah Muhammad.


Menurut Muhammad, tanahnya yang berada di Tambak Wedi Baru ada sekitar 1.796 meter. Sedangkan tanah yang dijadikan jalan ada 540 meter.

Pemiliknya atas nama Uan, saya pemilik kedua. Tanahnya ada 1.796 meter, yang kena dan dijadikan jalan 540 meter. Itu bukan sedikit tanah di Surabaya. Ya kalau tanah desa tidak masalah. Ini tanah masalahnya letaknya di Surabaya, mahal sekarang.

Muhammad sendiri tidak keberatan jika tanahnya kemudian dibeli oleh pihak Pemkot Surabaya untuk dijadikan jalan umum. Tapi jika dibeli, ia meminta harga pasar pada umumnya.


Halaman Selanjutnya