Ribuan Santri di Probolinggo Aksi Damai Tuntut 2 Tempat Karaoke Ditutup

M Rofiq - detikNews
Senin, 19 Agu 2019 19:07 WIB
Ribuan peserta aksi di di Kota Probolinggo/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Ribuan santri di Kota Probolinggo menggelar aksi damai menuntut dua tempat karaoke ditutup. Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Pemkot Probolinggo.

Aksi yang berlangsung sekitar 60 menit itu didominasi kaum ibu-ibu. Kemudian dua tempat karaoke yang minta ditutup yakni 888 dan Pop City.

Massa menilai, dua tempat hiburan itu banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Dalam aksi tersebut, selain mengenakan pakaian serba putih, massa juga membuat petisi terkait penutupan tempat karaoke itu.


Sekretaris Muslimah Kota Probolinggo Musyarofah mengatakan, adanya tempat hiburan karaoke di Kota Probolinggo meresahkan kaum perempuan terutama ibu-ibu. Menurutnya, saat tempat karaoke beroperasi, banyak terjadi perceraian atau perselingkuhan oleh kalangan suami.

"Dengan adanya penutupan tempat karaoke, kita mendukung penuh langkah pemerintah kota. Kami juga berterima kasih kepada Wali Kota Probolinggo yang mendengar aspirasi masyarakat," ujar Musyarofah, Senin (19/8/2019).

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menemui massa yang menggelar aksi. Ia mengaku akan terus melanjutkan kebijakannya, yakni tidak memperpanjang izin operasi dua tempat karaoke tersebut.


Menurut Hadi, selain tempat karaoke pemkot juga akan memberantas segala tempat dan praktik maksiat, yang ada di Kota Probolinggo.

"Saya berterima kasih atas dukungan masyarakat terkait penutupan tempat hiburan maksiat yang di Kota Probolinggo. Karena apa, langkah kami ini juga berawal dari banyaknya laporan masyarakat, utamanya kaum ibu-ibu yang mengaku kehidupan keluarganya terganggu saat adanya tempat karaoke," kata Hadi.

Usai melakukan aksi damai di depan kantor pemkot, massa kemudian bergeser ke depan Gedung DPRD Kota Probolinggo. Di lokasi yang kedua, perwakilan massa diterima dan bisa masuk Gedung DPRD.

Usai melakukan pertemuan dengan DPRD setempat, diketahui jika DPRD juga sepakat terkait penutupan dua tempat karaoke yang ada di Kota Probolinggo. Meski begitu, massa mengancam akan melakukan demo lebih besar jika ada pihak yang berupaya membuka kembali tempat karaoke di Kota Probolinggo. (sun/bdh)